Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Data Registrasi SIM Card Bocor, Kominfo: Bukan dari Kominfo
    Insight News

    Data Registrasi SIM Card Bocor, Kominfo: Bukan dari Kominfo

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 September 2022Updated:2 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kominfo angkat bicara terkait dugaan kebocoran data registrasi SIM Card. Berdasarkan penelusuran institusi tersebut diklaim bahwa data bukan dari Kementerian Kominfo.

    Kominfo menyebutkan telah melakukan penelusuran internal. Dari situ diketahui pihaknya tidak memiliki aplikasi menampung data registrasi prabayar dan pascabayar.

    “Berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kementerian Kominfo,” tulis Kementerian Kominfo dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/9/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lebih lanjut, Kominfo menyebutkan sedang melakukan penelusuran terkait dugaan kebocoran. Termasuk terkait sumber data di dalamnya.

    “Kementerian Kominfo sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber data dan hal-hal lain terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut,” jelas Kominfo.

    Sebelumnya di media sosial tersiar kabar jika 1,3 miliar data registrasi kartu SIM prabayar bocor. Data tersebut disebutkan berasal dari Kementerian Kominfo dengan berisi antara lain NIK dan nomor ponsel.




    Foto: 1,3 miliar data registrasi SIM Card telepon di Indonesia diduga bocor (Doc. Twitter)

    Kepada CNBC Indonesia, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menyatakan data nomor ponsel yang disebutkan benar adanya. Telah dilakukan pengecekan kepada beberapa nomor tersebut.

    “Data registrasi SIMnya valid, nomornya valid dan sudah di crosscheck ke beberapa nomor,” kata Alfons.

    Data yang disajikan adalah nomor ponsel dan NIK. Namun registrasi SIM Card yang dilakukan beberapa waktu lalu juga membutuhkan data Kartu Keluarga (KK). Menurut Alfons perlu dicari tahu mengenai hal tersebut.

    “Kalau dari datanya benar. Itu datanya NIK dan data telepon. Tetapi kalau registrasi sim card, NIK dan KK, di situ tidak ada. Itu yang harus dicari, institusi mana yang menyimpan tanpa NIK-KK,” ungkapnya.


    Artikel Selanjutnya


    Diksusi Internal TikTok Bocor, Sobat Donald Trump Raih Untung

    (npb/npb)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.