Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warning Polda Metro Jaya Soal HP China Prosesor Mediatek
    Insight News

    Warning Polda Metro Jaya Soal HP China Prosesor Mediatek

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 September 2022Updated:1 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Divisi Siber Polda Metro Jaya meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai handphone (HP)asal China dengan chip mediatek, karena ditemukan rentan terhadap pembayaran palsu.

    “Waspada! Ponsel China dengan Chip Mediatek Ditemukan Rentan Terhadap Pembayaran Palsu!” tulis akun Divisi Siber Polda Metro Jaya di akun Instagram @siberpoldametrojaya, dikutip Kamis (1/9/2022).

    Pihak kepolisian mengatakan kerentanan yang diungkap dapat dimanfaatkan untuk menonaktifkan mekanisme pembayaran seluler dan bahkan memalsukan transaksi melalui Android yang di install pada perangkat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun demikian, pihak kepolisian tidak menyebut merek ponsel yang dimaksud. Hanya saja dituliskan kalau model HP yang dimaksud memiliki kode N9T dan N11.

    Meningkatnya kerentanan pada HP China dengan chip MediaTek disebut terjadi karena kurangnya kontrol pada versi lama, sehingga kelemahan tersebut muncul dan bisa dimanfaatkan peretas untuk melancarkan aksinya.

    Laporan dari Check Point Research

    Kerentanan tersebut ditemukan setelah penelusuran yang dilakukan oleh Check Point Research (CPR), sebuah perusahaan riset yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

    CPR menyebut bahwa merek yang dimaksud adalah Xiaomi. Di mana serangkaian kerentanan dalam aplikasi Xiaomi yang bertanggung jawab untuk mengelola keamanan perangkat dan pembayaran seluler, yang digunakan oleh jutaan pengguna di seluruh dunia.

    “Dalam laporan ini, peneliti CPR (Mobile) menganalisis sistem pembayaran yang terpasang pada smartphone Xiaomi yang ditenagai oleh chip MediaTek, yang sangat populer di China,” tulis riset CPR, dikutip dari laman resminya.

    Selama peninjauan ini, CPR menemukan kerentanan yang memungkinkan pemalsuan pembayaran atau menonaktifkan sistem pembayaran secara langsung, dari aplikasi Android yang tidak memiliki hak istimewa.

    “Dalam penelitian kami, kami fokus pada aplikasi tepercaya dari perangkat yang didukung MediaTek. Perangkat uji yang digunakan adalah Xiaomi Redmi Note 9T 5G dengan OS MIUI Global 12.5.6.0.” kata mereka.

    Hasilnya, aplikasi Android yang tidak memiliki hak istimewa dapat mengeksploitasi kerentanan CVE-2020-14125 untuk mengeksekusi kode di aplikasi tepercaya wechat dan memalsukan paket pembayaran.

    Setelah pengungkapan dari pihak CPR, kerentanan ini telah ditambal oleh Xiaomi pada Juni 2022.

    Selain itu, CPR menunjukkan bagaimana kerentanan penurunan versi di lingkungan eksekusi terpercaya(trusted execution environment/TEE) Xiaomi dapat mengaktifkan versi lama aplikasi wechat untuk mencuri kunci pribadi. Kerentanan baca yang disajikan ini juga telah ditambal dan diperbaiki oleh Xiaomi setelah pengungkapan riset dari CPR kepada pihak perusahaan.


    Artikel Selanjutnya


    Lockdown Covid di China Bikin Pendapatan Xiaomi Melempem

    (roy/roy)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.