Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Direstui Hakim, Penagih Utang Bandar Kripto Buru Rp41 Triliun
    Insight News

    Direstui Hakim, Penagih Utang Bandar Kripto Buru Rp41 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2022Updated:28 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengadilan Tinggi Singapura mengabulkan permohonan perusahaan penagih utang untuk mengakses riwayat finansial Three Arrows Capital. 

    Restu dari hakim di Singapura memberikan wewenang kepada Teneo, perusahaan yang ditugaskan oleh kreditur untuk melikuidasi aset Three Arrows Capital (3AC), untuk meminta informasi tentang rekening bank, properti, aset digital, dan saham di perusahaan lain.

    Menurut Cointelegraph yang mengutip Bloomberg, putusan pengadilan diserahkan ke Teneo secara privat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dua pendiri 3AC, Zhu Su dan Kyle Davies, dikabarkan menghilang setelah perusahaan pengelola aset kripto milik mereka dinyatakan bangkrut.

    Davies, yang sempat muncul dalam wawancara dengan Bloomberg, beralasan mereka melarikan diri dari ancaman pembunuhan.

    3AC memasuki proses likuidasi pada 27 Juni, setelah gagal memenuhi margin call. 

    Perusahaan yang sempat mengelola aset bernilai US$10 miliar (Rp 150 triliun) tersebut memiliki setumpuk utang ke perusahaan kripto lainnya.

    Bursa kripto, Blockchain.com dilaporkan memiliki pinjaman US$270 juta ke 3AC. Pialang aset digital Voyager Digital mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 setelah 3AC tidak dapat membayar kembali dana sekitar US$670 juta yang dipinjamnya dari perusahaan.

    Pemberi pinjaman kripto yang berbasis di AS, Genesis dan BlockFi, platform turunan kripto BitMEX, dan pertukaran kripto FTX juga mengalami kerugian.

    Teneo dikabarkan baru menguasai aset 3AC senilai US$40 juta, dari total utang yang melampaui US$2,8 miliar (Rp 41 triliun). Total utang tersebut disebut jauh lebih kecil dari angka sebenarnya, karena banyak kreditur 3AC memilih tidak mengungkap kerugian mereka. 


    Artikel Selanjutnya


    Bandar Kripto Habis Triliunan Beli NFT, Kini Harganya Ngenes

    (dem)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.