Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Muncul Penyakit Baru Flu Tomat, Bisakah Jadi Pandemi?
    Insight News

    Muncul Penyakit Baru Flu Tomat, Bisakah Jadi Pandemi?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2022Updated:25 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Belum usai pandemi Covid-19, muncul kembali sebuah penyakit bernama flu tomat. Namun dilaporkan infeksi ini terjadi di wilayah endemik dan tidak mengancam nyawa.

    Meski begitu, pengalaman mengerikan dengan pandemi Covid-19 maka manajemen kewaspadaan perlu untuk mencegah wabah lebih lanjut.

    Flu tomat ditemukan pada anak berusia di bawah 5 tahun di India. Sejauh ini infeksi ditemukan di distrik Kollam di Kerala India dan dekat area Anchal, Aryankavu dan Neduvathur.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Virus baru bernama flu tomat atau demam tomat telah mewabah di India di negara bagian Kerala pada anak di bawah 5 tahun,” tulis sebuah laporan.

    Flu tomat telah menginfeksi sekitar 82 anak berusia di bawah 5 tahun. The Lancet Respiratory Medicine menyebut infeksi ini baru teridentifikasi pada 6 Mei lalu di India.

    Menurut para dokter hingga kini belum ada obat yang spesifik untuk penyakit ini. Selain itu juga disebut mirip dengan Hand Foot and Mouth Disease (HFMD).

    Sebagai informasi flu tomat diambil dari salah satu gejalanya yang menimbulkan lepuh merah dan menyakitkan di seluruh tubuh. Nantinya lepuh itu akan membesar seukuran tomat.

    Selain itu flu tomat disebut memiliki gejala seperti chikungunya, seperti demam tinggi, ruam dan nyeri hebat pada persendian.

    Menurut salah satu ketua gugus tugas Asosiasi Medis India (IMA) untuk Covid-19 Rajeev Jayadevan, HFMD sangat menular. Penyakit bisa dengan mudah menyebar melalui sekresi manusia (khususnya hidung dan tenggorokan), kontak erat, dan lainnya.

    “Ini menyebar dari orang ke orang seperti flu biasa, melalui kontak dengan pasien termasuk kotoran, contohnya mengganti popok di fasilitas penitipan anak,” kata Jayadevan.

    Gejala lainnya pada penderita flu tomat adalah kelelahan, mual, muntah, diare, demam, dehidrasi, pembengkakan sendi, nyeri tubuh, dan gejala seperti influenza umum, yang mirip dengan gejala demam berdarah.


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.