Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Incar Rp13,4 T, Swasta Boleh Ikut Patungan Merah Putih Fund
    Insight News

    Incar Rp13,4 T, Swasta Boleh Ikut Patungan Merah Putih Fund

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Agustus 2022Updated:24 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dana investasi “pelat merah” Merah Putih Fund sudah memperoleh lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Ketua PMO Merah Putih Fund, Eddi Danusaputro, mengatakan, Merah Putih Fund berencana untuk menyelesaikan target penghimpunan dana di awal sebesar 300 juta dollar AS atau Rp 4,4 triliun pada Q1 tahun depan.

    Hanya modal ventura dari BUMN Indonesia, seperti BNI Ventures, Mandiri Capital Indonesia, MDI Ventures, BRI Ventures, dan Telkomsel Mitra Inovasi, yang akan berpartisipasi dalam putaran pertama.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Untuk penggalangan dana kedua, masih akan dibuka untuk BUMN dan investor strategis lainnya akan bergabung pada penutupan kedua. Baru, untuk penutupan ketiga akan terbuka untuk sektor swasta.

    “Di first close ini yaitu sekitar awal tahun depan targetnya menghimpun dana US$ 300 juta, di second close US$ 300 juta, third close itu ada tambahan lagi US$ 300 juta, jadi mungkin antara US$ 600-900 juta [Rp 8,9-13,4 triliun],” katanya dalam segmen PROFIT di CNBC Indonesia, Rabu (24/8/2022).

    Eddi kemudian menceritakan tentang alasan di balik berdirinya Merah Putih Fund ini. Ia melihat bahwa Indonesia kini sudah banyak menghasilkan unicorn atau startup dengan valuasi di atas US$1 miliar.

    Namun jika dilihat dari sisi struktur kepemilikan dan investor, lebih banyak asing di dalamnya karena memang mereka memiliki lebih banyak dana seperti Silicon Valley, Jepang dan Korea.

    “Kita tidak boleh anti asing, biarlah asing tetap investasi di startup Indonesia, tapi yang justru kita lakukan adalah memperkuat pemodal lokal, supaya kita gak kalah bersaing dengan pemodal dari luar negeri,” terangnya.

    Menurutnya, selama ini para pemodal memang ada, tapi berjalan sendiri-sendiri. Melalui Merah Putih Fund ini mereka akan bekerja bersama-sama.

    Dana Merah Putih Fund tidak akan dikucurkan ke startup yang sudah berstatus unicorn, tetapi akan mendanai mereka yang soonicorn atau soon to be unicorn.

    “Kita melakukan investasi ke startup Indonesia, tapi tidak di unicorn. Unicorn itu sudah terlalu mahal, jadi kita menyasar ke soonicorn, soon to be unicorn, jadi belum terlalu mahal juga,” ungkap Eddi.

    “Jadi memang ini yang membedakan dengan fund-fund lainnya yaitu adalah ini inisiatif dari BUMN bersama, kemudian kita investasi di soonicorn. Kalau sektor kita agnostik tapi memang kita ada kriteria-kriteria tertentu.” pungkasnya.




    Foto: Infografis/ ini Deretan Startup Unicorn, Soonicorn, dan Centaur /Aristya Rahadian


    Artikel Selanjutnya


    Susah IPO, Startup Besar Gencar Caplok Startup Kecil

    (dem)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.