Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dibeli Alibaba Rp3 T, Startup Ini PHK Massal Terancam Tutup
    Insight News

    Dibeli Alibaba Rp3 T, Startup Ini PHK Massal Terancam Tutup

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Agustus 2022Updated:23 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Diakusisi raksasa seperti Alibaba bukan berarti hidup perusahaan akan membaik. Contohnya Kaola, platform e-commerce lintas negara yang kini hanya memiliki 20 karyawan dan terancam ditutup, tiga tahun setelah dicaplok Alibaba.

    Pada September 2019, Alibaba sepenuhnya mengakuisisi Kaola senilai US$2 miliar. Ini menjadi pembelian terbesar perusahaan e-commerce saat itu.

    Saat itu, Kaola masih berusia empat tahun dan platform e-commerce lintas batas terbesar di China. Setahun sebelum dibeli Alibaba, GMV Kaola hampir 30 miliar yuan dan paruh pertama 2019 mengantongi pangsa pasar 27,7% ungkap riset iMedia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun Panda Daily mencatat Kaola gagal menambahkan bisnis baru ke Alibaba, karena lingkupnya mirip seperti Tmall International. Selain itu juga tidak pernah menetapkan standar dan mekanisme audit rantai pasokan.

    Laporan dari LatePost tanggal 18 Agustus menyebutkan Juli 2022 jumlah karyawan perusahaan berkurang drastis. Dari 400 orang tahun 2021 dan sekarang kurang dari 20 orang atau telah mengurangi 95% sumber daya manusianya , dikutip Selasa (23/8/2022).

    Platform itu juga kini berfokus untuk bisnis e-commerce anggota untuk ibu dan bayi serta barang kecantikan. Produk dan teknologi hanya dipertahankan dan tidak menerima lagi peningkatan.

    Kontraksi tersebut terjadi pada awal Oktober 2021 saat divisi Tmall Smartphone dan Kaola bergabung menjadi Divisi FC. Namun akhirnya beberapa karyawan menyadari misi intinya adalah membuka toko unggulan yang dioperasikan sendiri dari merek terkenal di Tmall.

    Tmall dan Kaola versi smartphone tetap beroperasi secara independen. Namun sejak saat itu status Kaola menurun dan sumber dayanya dialihkan ke departemen lain dalam Divisi FC.

    Sementara itu bulan Mei perusahaan memberhentikan sejumlah karyawannya dan aplikasinya meski masih berjalan namun produk dan teknologinya tidak lagi ditingkatkan. Akun resmi Weibonya juga tidak pernah diperbarui sejak 1 Juni lalu.

    Rumor lainnya menyebutkan platform harus mencapai titik impas sebelum akhir September. Jika tidak maka Kaola akan ditutup.


    Artikel Selanjutnya


    Alibaba Suntik Lazada Rp5,5 Triliun, Bakal Perang Diskon?


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.