Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tenggat ASO Makin Dekat, Siaran TV Analog Bakal Mati Total?
    Insight News

    Tenggat ASO Makin Dekat, Siaran TV Analog Bakal Mati Total?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Agustus 2022Updated:23 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jika sebelumnya kematian TV analog dan migrasi TV digital dilakukan tiga tahap, kali ini menggunakan konsep yang berbeda. Analog Switch Off (ASO) dijalankan dengan multi-tahap.

    “Kita untuk digtalisasi TV di Indonesia kan diputuskan akan dilakukan multitahap atau tahap berganda, multiple ASO. Multiple aso itu kita tidak tetapkan tanggalnya,” kata Menteri Kominfo, Johnny Plate, ditemui pada Jumat (19/8/2022).

    Meski ada perubahan dia menyatakan akhir program ASO masih sama seperti yang diputuskan sebelumnya yakni 2 November 2022. Hingga tanggal tersebut, maka akan dijalankan sesuai dengan kesiapan tiap wilayah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Secara teknis kemungkinan juga akan dilakukan dengan multiple ASO. Johny menjelaskan ini akan dijalankan tergantung teknis hingga sampai diumumkan menjadi full-ASO.

    “Nah, secara teknis mungkin akan dilakukan juga multiple ASO, itu maksudnya bisa saja secara teknis nanti analog mati hidup mati hidup, tergantung masalah teknis. Sampai dengan nanti ada satu hari tanggal tertentu diumumkan menjadi full ASO Jabodetabek. Kita tentukan akhir Agustus atau awal September,” jelasnya.

    Alasan perubahan itu, Johnny menjelaskan karena belajar dari pengalaman negara lain yang memiliki program ASO juga. Menurutnya harus realistis melihat kesiapan di dalam negeri.

    Dia menjelaskan ada dua masalah di sini. Pertama, terkait kesiapan infrastruktur multipleks yang mengharuskan jadwal ASO disesuaikan. Kedua, terkait distribusi set-top-box.

    “Pertama, harus terbangun infrastruktur mux, yang sedianya menyusunnya tetapi karena harus menyesuaikan maka jadwal ASO disesuaikan. Di mana UU secara jelas batas akhirnya 2 November,” kata Johnny.

    “Kedua, distribusi STB. Kita bisa lakukan ASO setiap saat tapi implikasinya TV tabung masyarakat mati tidak bisa lihat TV. Nah kita juga harus melihat juga bagaimana masyarakat tetap menjaga menerima siaran dengan baik sampai di batas waktu tertentu baru dilakukan full switch off secara bertahap”.

    Dia menjelaskan program ASO mengacu pada aturan undang-undang yang menuliskan soal batas akhir. Selain itu Johnny mengklaim multi-tahap dilakukan oleh beberapa negara lain.

    “Karena referensi UU itu cuma satu, batas akhir. Nah ini juga belajar di banyak negara, di AS melakukan demikian, Jepang, Asean juga multiple ASO kecuali Singapura itu satu kali, kita tidak seperti Singapura luasnya,” ungkap Johnny.


    Artikel Selanjutnya


    TV Analog Dimatikan, Kominfo: TV yang Dijual Hanya Digital


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.