Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Apa China? Usai Covid-19, Kini Muncul Langya Henipavirus
    Insight News

    Ada Apa China? Usai Covid-19, Kini Muncul Langya Henipavirus

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Agustus 2022Updated:21 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Setelah tiga tahun lalu menemukan virus penyebab Covid-19, China kembali mendeteksi adanya virus baru yang menyebar di negaranya. Kali ini adalah jenis baru Henipavirus atau bernama Langya Henipavirus (LayV).

    Virus ini berasal dari hewan dan dapat menginfeksi manusia. Global Times melaporkan virus ditemukan dalam sampel usap tenggorokan pasien demam di China Timur. Dia disebut memiliki riwayat kontak dengan hewan sebelumnya.

    Henipavirus jenis baru ini dikaitkan dengan beberapa kasus demam. Orang yang terinfeksi dilaporkan memiliki gejala demam, kelelahan, batuk, anoreksia, mialgia dan mual.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Temuan awal pada 35 kasus di provinsi Shandong dan Henan, 26 orang diantaranya memiliki gejala demam. Namun ada juga gejala lekas marah, batuk, anoreksia, mialgia, mual, sakit kepala dan muntah.

    Hingga saat ini belum ada vaksin maupun pengobatan untuk Henipavirus. Satu-satunya adalah perawatan suportif untuk menyembuhkan gejala komplikasi.

    Wang Linfa, seorang Profesor di Program Penyakit Menular yang Muncul di Duke-NUS Medical School mengatakan kasus terkait virus sejauh ini tidak berakibat fatal atau sangat serius. Jadi menurutnya tidak perlu panik.

    Menurutnya virus masih perlu diwaspadai, sebab banyak virus yang ada di alam memiliki hasil yang tidak terduga ketika menginfeksi manusia.

    Sementara itu ditemui beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya sedang mempelajari terkait kemunculan Langya. Karena virus tersebut baru muncul.

    “Virus yang dari China, kita sedang pelajari karena baru keluar ya, dan belum masuk Variants Under Monitoring WHO,” jelasnya.

    Langya belum masuk dalam Variants Under Monitoring WHO. Artinya virus Henipavirus tersebut masih sangat baru.

    “Kan kalau masuk jadi Variants Under Monitoring, kemudian masuk Variants of Interest, dan kemudian baru Variants of Concern. Nah sekarang ini belum masuk Variants Under Monitoring, jadi masih sangat dini,” kata Budi.


    Artikel Selanjutnya


    WHO Rekomendasikan Pil Ini untuk Obat Covid, Terbukti Manjur?

    (npb)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.