Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perang Teknologi, Ini Senjata ‘Ngeri’ AS Buat Hancurkan China
    Insight News

    Perang Teknologi, Ini Senjata ‘Ngeri’ AS Buat Hancurkan China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Agustus 2022Updated:20 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat (AS) menyiapkan senjata untuk mengalahkan China di bidang teknologi. Sebuah aturan baru disiapkan untuk memperkuat daya saing AS pada manufaktur semikonduktor domestik dan penelitian sains.

    Presiden Joe Biden juga telah menandatangani Rancangan Undang-undang (RUU) bernama Chips and Science Act. Rencananya lewat aturan terbaru tersebut AS akan menggelontorkan miliaran dolar.

    “Hari ini adalah hari untuk membangun. Hari ini Amerika berhasil,” kata Biden saat upacara penandatangan, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (19/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Peraturan tersebut akan mencakup lebih dari US$52 miliar (Rp 773,5 triliun) untuk perusahaan AS memproduksi chip komputer. Miliaran dolar lagi juga siap dikeluarkan untuk mendorong investasi pada manufaktur semikonduktor.

    Penelitian dan pengembangan ilmiah juga akan dapat pendanaan senilai puluhan miliar dolar. Dengan begitu dapat memacu inovasi serta pengembangan teknologi lain.

    Gedung Putih mengatakan perusahaan yang didorong RUU mengumumkan lebih dari US$44 miliar (Rp 654,5 triliun) dalam investasi manufaktur semikonduktor baru. Dari jumlah itu, US$40 miliar (RP 595 triliun) dari investasi Micron pada pembuatan chip memori.

    Dengan inisiatif ini, Gedung Putih mengatakan akan menghasilkan 8.000 pekerjaan baru. Selain itu diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar AS mencapai 10% yang sebelumnya 2%.

    Qualcomm dan Global Foundries juga telah mengumumkan kerja sama baru, kata pihak Gedung Putih. Salah satunya adalah produksi chip senilai US$4,2 miliar (Rp 62,4 triliun) untuk peluasan pabrikan Global Foundries di bagian utara New York.

    Pasar AS memang tidak mendominasi di sektor chip dunia. AS hanya memproduksi 10% pasokan semikonduktor dunia. Asia Timur menguasai 75%, dan banyak raksasa semikonduktor memusatkan produksinya di sana.

    Semikonduktor adalah bagian penting produk seperti elektronik, mobil, peralatan perawatan kesehatan dan sistem senjata. Sayang sektor ini jadi salah satu korban merebaknya Covid-19. Industri terganggu akibat chip yang langka dan kesulitan rantai pasokan.

    Masalah ini juga yang membuat pejabat AS menyoroti ketergantungan negara tersebut pada produk luar negeri. Selain itu juga alasan ancaman keamanan nasional.


    Artikel Selanjutnya


    Sopir Truk Mogok Kerja, Produksi Chip Samsung Terhambat


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.