Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Huawei Dikepung Banyak Masalah, Ini Buktinya!
    Insight News

    Huawei Dikepung Banyak Masalah, Ini Buktinya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Agustus 2022Updated:15 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Huawei mencatatkan penurunan laba bersih pada semester pertama. Bukan hanya pembatasan teknologi oleh Amerika Serikat, bisnis perusahaan juga terganggu akibat permintaan yang melemah karena keadaan ekonomi yang sulit.

    Capaian ini paling parah terjadi pada awal tahun sejak Januari hingga Maret lalu. Pendapatan raksasa teknologi China itu merosot 5,9% dari tahun ke tahun menjadi 301,6 miliar yuan (Rp 657 triliun).

    “Sementara bisnis perangkat kami sangat terpengaruh, bisnis infrastruktur TIK kami mempertahankan pertumbuhan yang stabil,” jelas rotating chairman Huawei, Ken Hu, dikutip dari Reuters, Senin (15/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara itu Reuters mencatat margin laba perusahaan menjadi 5% dengan laba bersih 15,08 miliar yuan (Rp 32,8 triliun). Ini mengalami penurunan dari paruh pertama 2021 yakni 31,39 miliar yuan (Rp 68,3 triliun).

    Selain itu, juru bicara perusahaan mengatakan bisnis perusahaan untuk penjualan smartphone dan laptop juga terganggu karena Covid-19 dan juga tantangan dari rantai pasokan.

    Pendapatan pada bisnis itu juga mengalami penurunan menjadi 101,3 miliar yuan. Sedangkan operator dan bisnis enterprise mengalami pertumbuhan.

    Bulan lalu, Counterpoint Research mencatat penjualan pada kuartal kedua di industri smartphone China merosot 14,2% dari tahun ke tahun. Volumenya juga mencapai level terendah dalam satu dekade.

    Sejak tahun 2019, Huawei masih bertengger dalam daftar hitam AS. Ini membuat perusahaan tidak bisa mengakses teknologi penting dari AS dan mengganggu kemampuannya merancang chip serta komponen sumber dari vendor luar. Larangan itu menghancurkan bisnis handset Huawei yang sempat mendominasi pasar.

    Saat ini, Huawei diketahui membangun lini bisnis baru, termasuk komponen mobil pintar dan sistem efisiensi energi. Perusahaan juga meluncurkan sistem operasi sendiri Harmony yang digunakan pada 300 juta perangkat Huawei.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Anti Virus Rusia Kaspersky di-Blacklist AS, Senasib Huawei

    (npb/roy)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.