Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ojol Milik AirAsia Digaji, Driver Gojek-Grab Bakal Pindah?
    Insight News

    Ojol Milik AirAsia Digaji, Driver Gojek-Grab Bakal Pindah?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Agustus 2022Updated:13 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – AirAsia menawarkan gaji bulanan minimum 3.000 ringgit atau sekitar Rp 10 juta untuk pengemudi taksi dan ojek online di Malaysia.

    Tak hanya itu, para driver juga mendapat tabungan Employee Provident Fund (EPF) atau jaminan hari tua dan Social Security Organizations (Sosco) atau jaminan kecelakaan kerja.

    Lantas bagaimana dengan driver di Indonesia? Apakah mereka tertarik dengan sistem seperti ini? Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui sistem saat ini yang berlaku di Indonesia bersifat kemitraan, bukan karyawan tetap.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun sistem mitra ini berdasarkan bagi hasil dari setiap order pembayaran yang diterima oleh driver dari pengorder, baik itu layanan ride-hailing, kiriman barang, kurir service, maupun layanan antar makanan.

    Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono, mengatakan jika di Indonesia terdapat tawaran seperti yang AirAsia berikan, sudah pasti banyak driver yang tertarik bergabung ke perusahaan aplikasi yang menerapkan sistem upah atau gaji.

    “Ini akan menjadi hal menarik untuk sebagian teman-teman driver,” kata Igun kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (13/8/2022).

    Menurut dia, dengan sistem mitra yang ada seperti sekarang ini, lanjut dia, pendapatan yang didapat driver naik turun. Apalagi, saat dihantam pandemi.

    “Pendapatan sangat drop, sedangkan mereka tidak memiliki penghasilan dari pemberi kerja atau dari perusahaan aplikasinya,” jelas Igun.

    Menjadi karyawan tetap bagi para driver juga bisa menjadi alternatif baru. Tinggal bagaimana mereka menentukan dan memilih mau bergabung di aplikasi yang menerapkan sistem gaji atau aplikasi yang menerapkan sistem bagi hasil.

    Namun menurutnya, setiap opsi akan mengandung sebuah konsekuensi yang hanya perusahaan aplikasi sendiri yang menentukan.

    “Apabila mereka menerapkan sistem gaji pastinya mereka dibilang tenaga kerja, tenaga kerja formal, karena menerima upah dari pemberi kerja,” ungkapnya.

    Meski demikian, baik menerapkan sistem gaji atau sebagai mitra, ia berharap kesejahteraan driver menjadi perhatian utama para penyedia layanan.

    “Baik yang bergaji maupun tidak bergaji, pihak aplikasi ini memperhatikan jaminan sosial bagi rekan-rekan driver,” ujarnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Pesan Grab Bike di Cuaca Panas Ekstrem Kena Biaya Tambahan

    (luc/luc)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.