Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Muncul Virus Langya di China, Ini Respons Menkes Budi Gunadi
    Insight News

    Muncul Virus Langya di China, Ini Respons Menkes Budi Gunadi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Agustus 2022Updated:11 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Belum usai Covid-19, China melaporkan adanya temuan baru virus Langya yang berasal dari hewan. Mengenai virus ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengaku sedang mempelajarinya karena baru dilaporkan.

    Menurutnya virus ini masih sangat dini dan bahkan belum masuk virus variant under monitoring dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    “Virus yang dari China, kita sedang pelajari karena baru keluar ya, dan belum masuk Variants Under Monitoring WHO,” kata BGS saat ditemui usai peluncuran buku vaksinasi Covid-19 di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (11/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kan kalau masuk jadi Variants Under Monitoring, kemudian masuk Variants of Interest, dan kemudian baru Variants of Concern. Nah sekarang ini belum masuk Variants Under Monitoring, jadi masih sangat dini,” imbuhnya

    Untuk diketahui virus tersebut juga memiliki nama lain yakni Langya henipavirus (LayV) yang dapat menginfeksi manusia. Virus tersebut telah menginfeksi sekitar 35 orang di China, menurut laporan Taipei Times.

    Jenis baru Henipavirus ditemukan dalam sampel swab tenggorokan dari pasien demam di China timur. Pasien dilaporkan memiliki riwayat kontak dengan hewan dalam beberapa waktu terakhir.

    Para pasien, yang kebanyakan berprofesi sebagai petani, melaporkan gejala berupa kelelahan, batuk, kehilangan nafsu makan dan nyeri, dengan beberapa kelainan sel darah dan tanda-tanda kerusakan hati dan ginjal.

    Virus ini pertama kali dilaporkan dalam sebuah studi berjudul “A Zoonotic Henipavirus in Febrile Patients in China” yang dirilis pada Kamis (4/8). Studi itu membahas soal henipavirus baru yang berhubungan dengan penyakit penyebab demam pada manusia yang teridentifikasi di China.

    Henipavirus dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan dan manusia dan diklasifikasikan sebagai virus biosafety Level 4 dengan tingkat kematian kasus antara 40-75%, menurut data dari WHO

    Virus Langya bisa menyebabkan kematian dengan tingkat yang lebih tinggi dari Covid-19. Namun, saat ini tidak ada vaksin atau pengobatan untuk Henipavirus dan satu-satunya pengobatan adalah perawatan suportif untuk menyembuhkan gejala komplikasi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Hepatitis Misterius Tewaskan 3 Anak, Kemenkes Lakukan Ini

    (roy/roy)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.