Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perusahaan Elon Musk Minta Subsidi, Pemerintah AS Jawab Tegas
    Insight News

    Perusahaan Elon Musk Minta Subsidi, Pemerintah AS Jawab Tegas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Agustus 2022Updated:11 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – FCC (Federal Communications Commission) menolak permintaan subsidi penyediaan internet dari perusahaan milik Elon Musk, Starlink. Aplikasi itu untuk menyediakan broadband ke daerah perdesaan.

    Sebagai informasi penyediaan broadband ke wilayah tersebut menelan biaya US$885 juta selama 10 tahun. Menurut FCC, perusahaan-perusahaan yang diberikan US$1,3 miliar termasuk SpaceX telah gagal memberikan layanan yang dijanjikan, dikutip dari Tech Crunch, Kamis (11/8/2022).

    Pembiayaan itu adalah Rural Digital Opportunity Fund merupakan program jangka panjang senilai US$9,2 miliar. Ini adalah upaya untuk meluncurkan layanan internet di wilayah yang belum terjangkau oleh perusahaan swasta karena mahal atau jauh jaraknya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perusahaan dapat mengajukan aplikasi permohonan untuk menyediakan layanan. Dua perusahaan yang sukses hingga tahap seleksi akhir adalah Starlink, perusahaan internet di dalam grup SpaceX milik Elon Musk, dan LTD Brodband dengan pengajuan US$885 juta dan US$1,3 miliar.




    Foto: Roket Falcon 9 SpaceX dengan muatan sekitar 60 satelit untuk jaringan broadband Starlink SpaceX lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Cape Canaveral, Florida, Rabu, (29/1/2020). (Joe Burbank/Orlando Sentinel via AP)

    Namun dalam penilaian FCC, LTD Broadband, dinkatakan sebagai “penyedia nirkabel tetap yang relatif kecil sebelum pelelangan” sehingga tak masuk akal jika diberikan proyek yang membuat mereka jadi perusahaan bernilai miliaran dolar dalam semalam.

    Kemudian, LTD Broaband gagal memenangi lisensi di 7 dari 15 negara bagian. “Tidak cukup mampu untuk menyebarkan jaringan dengan cakupan, skala, dan ukuran yang dibutuhkan oleh tawaran pemenang luas LTD,” kata FCC soal LTD Broadband.

    Sedangkan Starlink ditolak dengan alasan yang kurang spesifik. FCC mempertanyakan soal penggunaan anggaran negara untuk mensubsidi teknologi yang masih dikembangkan.

    “Teknologi Starlink sangat menjanjikan. Namun pertanyaan apakah akan secara publik mensubsidi teknologi yang masih berkembang untuk broadband konsumen – yang mengharuskan pengguna membeli piringan senilai US$ 600 – dengan hampir $ 900 juta dalam dana layanan universal hingga 2032, “kata Ketua Jessica Rosenworcel.

     

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Internetan di Udara, SpaceX Pasang Wifi Gratis di Pesawat

    (dem)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.