Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Eks Bos WHO Soal Covid Terbaru BA. 4.6: Jangan Anggap Enteng
    Insight News

    Eks Bos WHO Soal Covid Terbaru BA. 4.6: Jangan Anggap Enteng

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Agustus 2022Updated:11 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Omicron kembali memiliki subvarian baru bernama BA.4.6 yang dilaporkan laju penularannya makin cepat dan meluas.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menetapkan subvarian Omicron BA.4.6 sebagai Variant of Concern (VoC), setelah ditemukan menyebar cepat di negara bagian Lowa, Kansas, Missouri, Nebraska, dan 43 negara lainnya.

    Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama menyatakan, masyarakat Indonesia tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap munculnya subvarian baru.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurutnya, virus Covid-19 akan terus mengalami mutasi dan memunculkan subvarian baru jika penularan di masyarakat terus meluas.

    “Kita tidak perlu bereaksi berlebihan dulu, secara pasti belum diketahui lebih lanjut apakah ini lebih berbahaya atau punya potensi menyebar luas,” ucapnya dilansir dari Detikcom, Kamis (10/8/2022).

    Subvarian-subvarian virus, lanjut dia, bisa muncul dan menghasilkan yang baru. Apau pun namanya, mulai dari BA.4.6, BA.2.75, hingga virus berkode BA yang lain, semuanya terus bermutasi dan menyebar saat penularan di masyarakat tinggi.

    Ia menyatakan meskipun belum ada laporan subvarian Omicron BA.4.6 di Indonesia tetapi pemerintah perlu mengawasi perkembangan subvarian ini.

    “Data perlu dikumpulkan, apakah lebih menular atau menghasilkan gejala berat, dilihat apakah bisa melawan efek vaksinasi, reinfeksi, atau masih belum bisa diobati dengan pengobatan saat ini, ini semua perlu dicari tahu,” jelasnya.

    Sampai saat ini, ia mengimbau untuk selalu menjaga protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi booster agar tidak menyebar subvarian baru di tengah masyarakat.

    “Karena adanya penularan tinggi, varian baru bisa muncul. Orang menganggap Omicron itu gejalanya ringan dan kematiannya rendah, tapi ini bisa terus menyebar jadi perlu diwaspadai, potensi muncul [subvarian baru[ itu ada,” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Meski Kasus Naik, Kemenkes: Situasi Pandemi Terkendali

    (dem)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.