Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Rugi Rp 347 Triliun, Investor GoTo ‘Buang’ Semua Saham Uber
    Insight News

    Rugi Rp 347 Triliun, Investor GoTo ‘Buang’ Semua Saham Uber

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Agustus 2022Updated:9 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Softbank telah membuang seluruh saham perusahaan ride hailing Uber yang dimiliknya. Penjualan itu dilakukan dalam rangka mengumpulkan uang saat unit investasinya Vision Fund merugi.

    Menurut Softbank, saham Uber telah dijual antara April dan Juli dengan harga rata-rata US$41,47 per saham. Konglomerat asal Jepang itu mendapatkan keuntungan dari penjual karena biaya rata-rata per saham US$34,50 per saham.

    Namun CNBC Internasional mencatat Softbank tidak mengatakan jumlah penjualan Uber yang dibawa ke perusahaan atau saham yang dilepas, Selasa (9/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saat periode penjualan, Softbank mengatakan memperoleh keuntungan US$5,6 miliar dari saham di perusahaan yang dijual termasuk Uber, perusahaan real estate online Opendoor, perusahaan perawatan kesehatan Guardant, dan raksasa real estate serta broker China Beike.

    Softbank berinvestasi di Uber pada 2018 dan 2019. Perusahaan menjadi pemegang saham terbesar Uber kala itu sebelum akhirnya menjualnya mulai tahun lalu.

    CNBC Internasional melaporkan Softbank menjual sepertiga saham yang dimilikinya. Pada akhirnya sekarang melepas seluruh kepemilikan yang ada pada Uber.




    Foto: SoftBank berinvestasi pada GoTo dan Uber, perusahaan taksi online (AP/Eugene Hoshiko)

    CNBC Internasional mencatat Vision Fund, unit investasi Softbank yang menyuntikkan dana ke startup, merugi hingga 2,93 triliun Yen (Rp 322,6 triliun) pada kuartal ini. Capaian buruk tersebut merupakan kali kedua yang dibukukan unit tersebut. Vision Fund tercatat berinvestasi di GoTo, e-Fishery, hingga Modalku.

    Hasil tersebut berkontribusi pada kerugian bersih sebanyak 3,16 triliun yen (Rp 347,9 triliun) untuk Softbank. Sementara itu pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan mencatatkan laba 761,5 miliar yen (Rp 83,8 triliun).

    Selama paruh pertama 2022, Vision Fund mengeluarkan uang karena saham teknologi anjlok akibat inflasi yang terjadi di global. Ini juga dialami perusahaan yang Softbank ikut berinvestasi seperti e-Commerce Korea Selatan Coupang dan food delivery asal Amerika Serikat (AS) DoorDash.

    Bos Softbank, Masayoshi Son sebelumnya telah mulai bersiap dengan keadaan saat ini. Awal tahun, dia mengatakan perusahaannya masuk dalam mode pertahanan karena Vision Fund yang mengalami kerugian.

    Bagian dari strategi itu menjual beberapa kepemilikannya. Salah satunya pada kuartal Juni, menjual saham Alibaba dan mengumpulkan US$10,49 miliar.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Taksi Online Uber Mulai ‘Ketatkan Ikat Pinggang’, Kenapa?

    (npb/roy)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.