Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Investor GoTo, e-Fishery & Modalku Rugi Rp 348 Triliun
    Insight News

    Investor GoTo, e-Fishery & Modalku Rugi Rp 348 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Agustus 2022Updated:8 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Softbank terkena dampak dari anjloknya saham teknologi. Perusahaan mencatatkan kerugian besar pada salah satu unit investasi, Vision Fund untuk kuartal pertama fiskalnya.

    CNBC Internasional mencatat Vision Fund, unit investasi Softbank yang menyuntikkan dana ke startup, merugi hingga 2,93 triliun Yen (Rp 322,6 triliun) pada kuartal ini. Capaian buruk tersebut merupakan kali kedua yang dibukukan unit tersebut, dikutip Senin (8/8/2022). Vision Fund tercatat berinvestasi di GoTo, e-Fishery, hingga Modalku.

    Hasil tersebut berkontribusi pada kerugian bersih sebanyak 3,16 triliun yen (Rp 347,9 triliun) untuk Softbank. Sementara itu pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan mencatatkan laba 761,5 miliar yen (Rp 83,8 triliun).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Unit yang didirikan tahun 2017 menggelontorkan uangnya untuk berinvestasi di perusahaan teknologi. Pada akhirnya Vision Fund terdampak karena saham yang merosot dengan pertumbuhan tinggi, akibat dari inflasi yang menyebabkan sejumlah bank sentral termasuk di Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga.

    Pada bulan Mei, pendiri Softbank Masayoshi Son telah menyebut perusahaannya akan masuk dalam mode ‘pertahanan’. Vision Fund juga akan lebih konservatif dengan laju investasi setelah membukukan rekor kerugian 3,5 triliun yen pada tahun anggaran terakhir.

    Harga saham yang merosot pada perusahaan portofolionya itu, disebut Softbank khususnya karena ‘meningkatnya kekhawatiran atas resesi ekonomi yang didorong inflasi serta kenaikan suku bunga’.

    Saham yang mengalami penurunan dialami oleh sejumlah perusahaan besar. Misalnya e-commerce asal Korea Selatan Coupang dan DoorDash dari AS mengalami tren yang buruk pada kuartal kedua tahun ini.

    Selain itu, Softbank juga mengatakan harga saham perusahaan swasta dalam portolionya juga mengalami penurunan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup SoftBank Ini Mau PHK Karyawan Usai Batal Akuisisi

    (npb/npb)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.