Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bandar Kripto Ini Tawari Hacker Uang Tunai Rp 258 M, Ada Apa?
    Insight News

    Bandar Kripto Ini Tawari Hacker Uang Tunai Rp 258 M, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Agustus 2022Updated:8 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan kripto Nomad menjanjikan uang hingga 10% untuk para peretas mengambil dana pengguna yang dicuri maling online. Setelah mereka kehilangan US$190 juta dalam eksploitasi keamanan.

    Artinya, hacker maling yang mengembalikan dana atau hacker yang berhasil mengambil kembali uang dari maling akan dijanjikan hadiah US$19 juta atau setara Rp 285 miliar (asumsi Rp 15.000/US$).

    “Bounty itu untuk mereka yang maju sekarang dan mereka yang telah mengembalikan dana,” kata Nomad, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (8/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Nomad mengatakan tidak akan mengambil tindakan hukum bagi peretas yang mengembalikan 90% dari aset yang diambil. Menurut perusahaan, mereka akan dianggap sebagai peretas topi putih atau white hat yakni seperti peretas etis dalam dunia keamanan siber.

    Pengumuman itu terjadi setelah adanya kerentanan dalam kode Nomad, memungkinkan peretas mendapatkan token senilai US$190 juta. Pengguna bisa memasukkan nilai apapun dalam sistem dan menarik dana, bahkan jika tidak ada cukup aset yang tersedia dalam deposit.

    Sifat bug itu artinya pengguna tidak perlu keterampilan pemrograman apapun untuk mengeksploitasinya. Saat orang lain tahu apa yang terjadi maka akan menumpuk dan serangan yang sama.

    Nomad juga mengatakan bekerja sama dengan analis Blockchain TRM Labs serta penegak hukum. Ini dalam rangka melacak dana yang dicuri dan mencari tahu pelakunya.

    Selain itu perusahaan bekerja sama dengan Anchorage Digital, bank Amerika Serikat (AS) berlisensi, berfokus pada penyimpanan kripto untuk menyimpan dana apapun yang dikembalikan.

    Sebagai informasi, Nomad merupakan bridge atau ‘jembatan’, penghubung jaringan Blockchain yang berbeda bersama-sama. Bridge merupakan cara sederhana agar pengguna bisa mengirimkan token dari satu Blockchain ke Blockchain lain.

    Serangan pada Nomad merupakan yang terbesar ke delapan menurut perusahaan analisis Blockhain Elliptic. Ada lebih dari 40 peretas terlibat, yang salah satunya mengantongi US$42 juta.

    “Saat ini jembatan-jembatan itu mengumpulkan banyak uang,” kata Adrian Hetman, pimpinan teknologi perusahaan keamanan kripto Immunefi. “Saat ada banyak uang di tempat tertentu, peretas cenderung menemukan kerentanan di sana dan mencuri uang”.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Microsoft Akui Dibobol Hacker, Seberapa Parah?

    (npb/roy)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.