Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ancaman Resesi Global Nyata, Banyak Startup Lagi Cemas
    Insight News

    Ancaman Resesi Global Nyata, Banyak Startup Lagi Cemas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Agustus 2022Updated:5 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Resesi ekonomi global ikut mengancam para startup. Ini dikarenakan valuasi perusahaan rintisan tersebut bisa terpangkas.

    Founding Partner AC Venture, Pandu Sjahrir menjelaskan kejadian itu sudah terlihat di Amerika. Yakni banyak perusahaan yang telah listing mengalami penurunan valuasi 30-80% sejak awal tahun ini.

    “Di Indonesia karena struktur ekonomi yang cukup kuat dan juga. Bagaimana penanganan Covid-19 yang cepat dan sekarang kita juga banyak beruntung karena komoditas harga komoditas naik. Jadi dari sisi balance sheet perusahaan kuat,” kata Pandu dalam program Profit CNBC Indonesia, Jumat (5/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia menjelaskan dari sisi teknologi memang ada semacam penurunan, termasuk adanya ekspektasi pasar yang berubah. Penurunan tersebut telah terlihat pada perusahaan yang ada di seri C atau D.

    “Menurut saya sudah kelihatan beberapa kali seri C atau seri D sudah turun 20 sampai 30%,” ungkapnya.

    CEO BNI Modal Ventura, Eddi Danusaputro juga menjelaskan hal serupa, apa yang terjadi di global cepat atau lambat akan juga sampai ke Indonesia. Meskipun menurutnya negara ini masih terisolasi.

    Tapi krisis likuiditas nyatanya juga membuat investor berubah. Dari yang jor-joran sekarang semakin selektif memberikan dananya pada startup.

    “Tapi benar krisis likuiditas mengacu kepada investor makin selektif yang tadinya jor-joran gampang untuk memberikan investasi ke startup, sekarang menjadi lebih selektif,” kata Eddi.

    Untuk itu, startup juga diminta lebih berhemat dari yang cukup 6 bulan harus bertahan hingga 1 tahun. Selain itu juga startup harus lebih realistis dalam menentukan valuasi.

    Eddi mengatakan koreksi tersebut kemungkinan terjadi termasuk di Indonesia dalam periode 1-2 tahun lagi. Namun menurutnya apa yang terjadi menurutnya sesuatu yang natural dan bagian dari evolusi ekosistem startup.

    “Tapi ya memang ini evolusi dari ekosistem startup kita yang selama 10-12 tahun ini mengalami mengalami kenaikan terus. Bagaimanapun juga pada saatnya perlu koreksi tapi setelah ini kita jadi yang lebih sehat,” jelas Eddi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup Unicorn Rugi Sudah Tak Zaman, Ini yang Paling Penting

    (npb/npb)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.