Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Omicron Jarang Serang Paru-paru, Ubah Cara Penularan Covid?
    Insight News

    Omicron Jarang Serang Paru-paru, Ubah Cara Penularan Covid?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Juli 2022Updated:1 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Berbeda dengan sebelumnya, varian Omicron, BA.2 ditemukan jarang menyerang paru-paru. Dilaporkan lebih banyak mempengaruhi saluran napas dan area perut atau sistem pencernaan.

    Beberapa penelitian menemukan varian BA.2 mempengaruhi sistem pencernaan dan memicu gejala seperti sakit perut, mual, serta diare.

    Para ahli di Kolkata, India mengatakan kemungkinan virus mengubah pola serangannya dan membuat varian BA.2 lebih banyak menyerang area perut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sebuah penelitian telah menyarankannya, yang memang akan menyulitkan untuk mengidentifikasi strain dengan RT-PCR. Penelitian tersebut telah menunjukkan kasus viral load yang tinggi pada pembuangan tinja meskipun tes konvensional negatif,” kata profesor dari Institute of Post-Graduate Medical Education and Research (IPGME&R), Diptendra Sarkar dikutip dari Times of India, Kamis (28/7/2022).

    “Meskipun ini dapat menyebabkan kasus yang tidak terdeteksi, variannya cenderung ringan. Jadi, seharusnya tidak lebih berbahaya daripada batuk dan pilek biasa”.




    Penelitian tersebut telah menunjukkan kasus viral load yang tinggi pada pembuangan tinja meskipun tes konvensional negatif Profesor dari Institute of Post-Graduate Medical Education and Research (IPGME&R), Diptendra Sarkar

    Menurut penelitian di Inggris, varian BA.2 berdampak pada usus yang memicu masalah sistem pencernaan. Ini dapat menyebabkan hasil tes negatif palsu (false negative), karena virus tidak bisa dilacak pada area hidung atau mulut.

    Namun Direktur Pulmonologi Rumah Sakit CMRI Raja Dhar, virus masih mungkin terdeteksi pada RT-PCR. “Penularan Covid-19 terjadi melalui paru-paru, jadi pasti terlacak di sana. Tapi kita tahu bahwa penularan bisa terjadi dari perut juga. Jadi, kemungkinan gejala yang menonjol sekarang lebih ke usus daripada saluran pernapasan,” jelas Dhar.

    Meski begitu, gejala di sistem pencernaan atau gastrointestinal seperti ini sudah ditemukan pada gelombang Covid-19 1 maupun 2. Meski begitu tanda atau gejala tersebut masih harus diwaspadai.

    “Selama ini gejalanya (BA.2) ringan, tidak perlu khawatir. Tetapi, pada kenyataannya gejala pilek bisa lebih melumpuhkan daripada sakit perut atau diare,” kata Dhar.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Perbedaan Gejala Omicron di Orang yang Belum & Sudah Divaksin


    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.