Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Tidak Pernah Bisa Pergi dari China, Ini Sebabnya
    Insight News

    Apple Tidak Pernah Bisa Pergi dari China, Ini Sebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Juli 2022Updated:29 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hubungan erat terjalin antara Apple dan China selama hampir dua dekade terakhir. Namun sejak pandemi dua tahun lalu, raksasa teknologi dunia itu cukup kesulitan berada di China.

    Lockdown (penguncian) yang terjadi sebagian besar China pada awal tahun ini, menghentikan produksi di beberapa pabrik. Termasuk diantaranya adalah mitra manufaktur Apple Foxconn dan Pegatron.

    Bukan hanya itu, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China berdampak pada Apple. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu telah mengumumkan perlambatan penjualan iPhone di tengah situasi tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski kehidupan yang sulit harus dijalani oleh Apple, namun perusahaan diramalkan tak mungkin keluar dari China. CEO LMA Consulting Group, Lisa Anderson mengatakan perusahaan yang ingin pindah dari China tidak akan bisa menggantikan skala negara tersebut.

    “Tidak ada keraguan bahwa manufaktur teknologi ingin pindah dari China. Mereka tidak bisa menanggung risiko gangguan pasokan yang berkelanjutan dan mereka ingin mendapatkan kontrol yang lebih baik atas kemampuan mereka melayani pelanggan,” jelas Anderson, dikutip dari CNN Internasional, Jumat (29/7/2022).

    “Dengan itu, skala China tidak akan mudah untuk ditiru sehingga transisi akan memakan waktu dan membutuhkan investasi”.




    Foto: Apple (REUTERS/Aly Song)

    Sementara itu Apple dilaporkan juga menyiapkan lokasi produksi di luar China. Misalnya saja Vietnam dan India dengan alasan kebijakan ketat China soal Covid-19.

    Bos Apple Tim Cook dalam earning call terbarunya, menekankan soal memperluas manufaktur global. “Rantai pasokan kami benar-benar global, jadi produknya dibuat di mana-mana,” jelasnya. “Kami terus melihat pengoptimalan, kami belajar sesuatu setiap hari dan membuat perubahan”.

    Skala China memang tidak terbantahkan. Pangsa pasarnya merupakan yang terbesar setelah Amerika Serikat (AS). CNN menuliskan Apple menyumbang 18% dari pasar smartphone China dan negara itu membuat hampir seperempat penjualan global perusahaan, ungkap analis Canalys, Amber Liu.

    China merupakan tempat sebagian besar pasar pertumbuhan, ungkap direktur program manajemen dan teknologi University of Pennsylvania, Gad Allon.

    “Apple punya banyak alasan untuk tidak mengguncang perahu,” ujarnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kamu Kini Bisa Perbaiki Sendiri Apple iPhone Rusak

    (npb/roy)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.