Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Roket China Jatuh Bebas ke Bumi, Lokasinya Masih Tanda Tanya
    Insight News

    Roket China Jatuh Bebas ke Bumi, Lokasinya Masih Tanda Tanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Juli 2022Updated:26 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – China membiarkan roketnya jatuh bebas ke Bumi tanpa perencanaan, dalam misi terbarunya. Titik jatuhnya roket masih belum diketahui.

    Keputusan tersebut jadi kali ketiga China memilih tidak mengendalikan pelepasan tahap pertama, bagian booster dari roket Long March 5B. Sebelumnya pada 2020 dan 2021, membuat negara itu dimonitor oleh para pemerhati puing-puing ruang angkasa.

    China sebelumnya meluncurkan modul stasiun luar angkasa Wentian pada hari Minggu (24/7/2022) pukul 14:25 waktu Beijing. Wentian merapat dengan aman ke stasiun luar angkasa Tiangong.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pelacak dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonia, Jonathan McDowell mengatakan berdasarkan data orbital Komando Antariksa AS menunjukkan roket dengan massa 21 ton tersebut mengambang bebas di luar angkasa.

    “Tahap inti tetap berada di orbit dan tidak secara aktif de-orbit,” kata dia dikutip dari Space, Selasa (26/7/2022).

    Pihak Militer Amerika Serikat (AS) belum mengeluarkan peringatan baik melalui Komando Antariksa ataupun Skuadron Pertahanan Luar Angkasa ke-18 yang bertugas melacak benda yang masuk kembali (re-entry) ke atmosfer Bumi. Space juga mencatat, penyedia informasi soal kendaraan besar buatan manusia yang masuk ke Bumi, Aerospace Corporation juga belum mempublikasikan apapun.

    Sebagai informasi, AS dan sebagian besar badan antariksa internasional memiliki praktik untuk mengelola risiko di tiap tahapan peluncuran roket. Misalnya pemerintah AS mengatur lokasi jatuhnya bagian dari roket, di dalam Praktik Standar Mitigasi Puing Orbital.

    Dengan praktik tersebut, risiko korban dari jatuhan roket bisa dibatasi dalam batas probabilitas 1:10 ribu. Namun, tidak semua misi mengikuti praktik tersebut.

    Angkatan Udara AS telah mengabaikannya pada 27 dari 66 peluncurannya antara 2011-2018 karena mahalnya biaya mengganti roket yang tidak sesuai. NASA juga mengabaikan soal korban selama 7 kali antara 2008-2018.

    [Dexpert.co.id]


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.