Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Miliarder Pemilik Klub NBA Nyesel Investasi di Startup Ini
    Insight News

    Miliarder Pemilik Klub NBA Nyesel Investasi di Startup Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Juli 2022Updated:26 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Mark Cuban buka kartu soal investasi startup yang paling membuatnya menyesal. Miliarder itu mengungkapkan Breathometer, yang mengukur kadar alkohol dalam darah (BAC) secara akurat dengan smartphone.

    Pemilik startup, Charles Michael Yim memperkenalkan Breathometer pada 2013. Breathometer diklaim dapat membaca level BAC ke smartphone lalu memiliki opsi untuk memanggil taksi jika kadar alkohol terlalu tinggi, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (26/7/2022).

    Produk yang dianggap menarik itu membuat Cuban, Kevin O’Leary, Daymond John, Lori Greiner dan Robert Herjavec mengumpulkan US$1 juta untuk ditukar dengan 30% saham Breathometer. Ini membuat startup Yim bernilai US$3,3 juta.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Cuban mengaku produk tersebut hebat. Namun ternyata setelah diselidiki, Yim kerap jalan-jalan dari, pergi dari satu negara ke neagara lain.

    “Tapi pria itu, Charles, saya melihat Instagramnya dan dia berada di Bora Bora. Dua minggu kemudian berada di [Las] Vegas berpesta dan kemudian akan berada di Necker Island dengan Richard Branson [miliarder pemilik grup Virgin asal Inggris],” jelas Cuban.

    “Saya mengirim pesan kepadanya, seperti ‘Apa yang kamu lakukan? Anda seharusnya bekerja’,” kata Cuban. Yim menjawab dia sedang “networking” untuk bisnis.

    Namun menurut Cuban alasan itu tidak cukup. Berikutnya, semua uang yang ia tanam dalam startup tersebut hilang.

    Berurusan dengan FTC

    Masalah Yim tak sampai di sana. Dia beralih dari Breathometer pada tahun 2016, bekerja sama dengan raksasa perawatan kesehatan Philips pada produk Mint. Yakni untuk mengukur kadar senyawa di mulut dan menentukan apakah memiliki bau mulut atau tidak.

    Berselang satu tahun kemudian, Januari 2017, Komisi Perdagangan Federal (FTC) mengajukan komplain pada Yim dan Breathometer. Perusahaan dituduh menyesatkan pelanggan soal kemampuan produk mengukur BAC dengan akurat.

    FTC menyebut, Breathometer “tidak punya bukti ilmiah untuk mendukung klaim iklan mereka” dan di bulan yang sama perusahaan merespons aduan tersebut. Akhirnya startup tersebut harus mengumumkan kesalahannya dan mengembalikan uang secara penuh pada tiap orang yang membeli perangkat.

    Menurut FTC, perusahaan tidak pernah melakukan uji coba yang memadai. Meskipun Breathometer mengklaim produknya didukung pengujian tingkat laboratorium pemerintah.

    Kepada CNBC Internasional, Yim membantah tuduhan dan menyebutnya tidak masuk akal. Dia juga menyatakan tidak menghabiskan uang perusahaan untuk perjalanan pribadi dan menambahkan tidak adil menilai kemampuannya pada rangkaian postingan di media sosial.

    Perjalanan ke Necker Island adalah untuk membicarakan Breathometer dengan Richard Branson. Proposalnya berhasil dan Yim menjadi finalis dalam kompetisi Extreme Tech Challenge yang dimiliki pengusaha tersebut. 

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tak Cuma di Silicon Valley, Startup RI Pernah PHK Pegawai


    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.