Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sudah Lama Kerja Mau Banting Setir Jadi Programmer, Bisa?
    Insight News

    Sudah Lama Kerja Mau Banting Setir Jadi Programmer, Bisa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Juli 2022Updated:26 Juli 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa profesi di bidang teknologi memiliki permintaan yang cukup tinggi. Presiden Direktur Binar Academy Alamanda Shantika, mengatakan saat ini setidaknya kebutuhan talenta digital di Indonesia setiap tahunnya mencapai 600 ribu untuk meraup potensi ekonomi digital ribuan trilliun.

    Tapi jumlah ketersediaan hanya ada 100 ribu sampai 200 ribu. Sehingga terdapat talent gap dengan jumlah yang sangat signifikan yakni sebanyak 400 ribu-500 ribu talenta digital per tahun.

    “Walaupun beberapa perusahaan melakukan layoff, sebenarnya masih banyak kekurangan juga,” ujar Alamanda kepada CNBC Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun profesi sebagai apps developer dan programmer masih akan tetap dibutuhkan seiring dengan upaya digitalisasi dan transformasi digital yang digaungkan berbagai institusi.

    Tidak ketinggalan data scientist juga tengah meningkat secara permintaan karena kian menjadikan data sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan. Selain itu, posisi business intelligence juga akan kian dibutuhkan.

    Lalu, bagaimana jika ingin banting setir ke bidang tersebut?

    Bagi yang ingin menekuni profesi di bidang teknologi, Ala yakin bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar dan memulai hal baru. Berapapun usianya masih akan ada banyak kesempatan untuk belajar, dan kalau kesempatan itu datang, gunakan sebaik-baiknya. Apalagi di era digital ini semua hal berubah dengan sangat cepat.

    “Hal-hal yang relevan di era dulu mungkin tidak relevan lagi sekarang, jadi tidak ada salahnya untuk banting setir dan mulai belajar lagi. Tercatat, 40,6% dari student bootcamp kami berusia di atas 25 tahun,” tuturnya.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh CEO Dicoding Narenda Wicaksono. Ia mengatakan tidak ada kata terlambat untuk belajar hal baru. Bahkan menurutnya ada orang yang berusia 40 tahun baru mulai belajar di bidang tersebut.

    “Enggak telat sama sekali. Ada yang sudah 40 tahun baru mulai belajar, usia itu cuma angka. Daya juang yang membedakan orang yang bisa dan tidak.” ujarnya.

    Gaji yang ditawarkan untuk pekerja IT

    Sejalan dengan banyaknya sumber daya yang dibutuhkan, posisi yang disebutkan di atas juga menawarkan gaji yang cukup besar. Riset dari Glints dan Monk’s Hill Ventures mengungkap gaji para software engineer di perusahaan rintisan atau startup.

    Software engineer atau developer perangkat lunak adalah pekerjaan yang paling diburu di mayoritas startup, baik di Singapura, Indonesia, maupun Vietnam.

    Namun demikian, gaji yang ditawarkan di awal sebagai fresh graduate terbilang cukup rendah. Namun, hanya dengan pengalaman beberapa tahun, gaji yang diberikan akan naik dengan cepat.

    Untuk posisi software engineer di startup Indonesia, gaji pokok per bulan fresh graduate ada di kisaran US$300 hingga US$1.000 (sekitar Rp 4,3 juta – Rp14 juta) untuk posisi Junior Software Engineer.

    Setelah memiliki pengalaman beberapa tahun, gaji pokok yang mereka terima akan meningkat signifikan menjadi US$1.400 – US$2.800 (sekitar Rp 20 juta – Rp 40 juta).

    Menurut para pendiri atau founder startup, VP of Engineering adalah salah satu karyawan yang paling penting. Sebagai hasilnya, kompensasi gaji untuk profesi ini sangat tinggi.

    Di Indonesia, posisi VP atau Head of Engineering berkisar antara US$2.800 – US$7.100 (Rp 40 juta – Rp 103 juta) tergantung pada tahap pendanaan perusahaan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tsunami PHK, Tawaran Gaji Startup Tak Lagi Selangit?

    (dem)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.