Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fintech Terbesar Dunia Pangkas Harga Saham Sendiri, Kenapa?
    Insight News

    Fintech Terbesar Dunia Pangkas Harga Saham Sendiri, Kenapa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Juli 2022Updated:22 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa fintech, Stripe jadi nama terbaru yang mengalami penurunan valuasi secara signifikan. Wall Street Journal, mengutip sumber, melaporkan nilai perusahaan berbasis di Irlandia itu ambles hingga 28% yang sebelumnya mencapai US$95 miliar.

    Namun Stripe bungkam soal laporan itu. Tech Crunch menuliskan pihak fintech itu menolak berkomentar, dikutip Jumat (22/7/2022).

    Dalam laporan itu disebutkan pemotongan penilaian dari perubahan harga 409A, ditentukan oleh pihak independen dan berdampak pada nilai saham biasa Stripe. Imbasnya, nilai saham preferen yang dimiliki oleh investor pendukung Stripe juga turun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Stripe jadi perusahaan fintech berikutnya yang mengalami penurunan valuasi. Ini terjadi setelah penurunan pasar menghantam keras sektor tersebut.

    Sebelumnya nilai Klarna, yang bergerak di bidang Buy Now Pay Later (BNPL) asal Swedia juga anjlok 85%. Tercatat menjadi US$6,7 miliar dari putaran terakhir karena mengumpulkan US$800 juta dalam pendanaan terbarunya.

    Penurunan itu, karena para investor Klarna memotong valuasinya. Investor perusahaan meliputi Sequoia, Silver Lake, Commonwealth Bank of Australia, dana pemerintah UEA Mubadala Investment Company dan Canada Pension Plan Investment Board (CPP Investment).

    Nasib perusahaan fintech berubah sejak sebulan terakhir. Sebelumnya sektor ini dianggap tidak terdampak penurunan pasar karena aktivitas penggalangan dana pada 2021 yang kuat.

    Namun akhirnya merasakan kekhawatiran kenaikan suku bunga dan pengeluaran konsumen yang mengalami penurunan pada awal potensi resesi ekonomi. Tech Crunch mencatat hal ini kemungkinan akan memberatkan fintech konsumer seperti Stripe.

    Stripe sebelumnya menjadi berita utama karena memasuki bisnis e-KYC, dan bersaing langsung dengan Plaid, yang lama menjadi mitra mereka.

    Pesaing lain Stripe adalah Finix. Finix tidak hanya menyediakan sistem pembayaran, seperti Stripe, mereka juga menyediakan teknologi bagi perusahaan lain yang ingin memasuki bisnis serupa.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Nyata, Orang Ini Terlilit Utang Usai Pinjam Uang ke 40 Pinjol


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.