Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penuh Ketidakpastian, Gimana ‘Nasib’ Fintech P2P Lending?
    Insight News

    Penuh Ketidakpastian, Gimana ‘Nasib’ Fintech P2P Lending?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Juli 2022Updated:19 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ekonomi dunia saat ini dipenuhi dengan banyak tantangan. Setelah diserang pandemi Covid-19, ekonomi dunia kembali direpotkan dengan adanya inflasi, risiko suku bunga acuan yang akan naik, hingga ancaman resesi di depan mata.

    Hal ini ternyata memiliki pengaruh sentimen tersendiri dalam industri fintech peer-to-peer (P2P) lending.

    Co-Founder & Chairman at Investree, Adrian Asharyanto Gunadi mengungkapkan bahwa dari sisi pelaku industri terus mengidentifikasi winning sector di dalam siklus ataupun volatilitas dari kondisi makro dan juga kondisi perekonomian secara keseluruhan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Dan inilah yang harus menjadi fokus kita bagaimana kita bisa membangun kolaborasi dengan winning sector tersebut, bagaimana portfolio-portfolio kita bisa mendukung terkait dengan pertumbuhan dari winning sector tersebut,” ujar Adrian dalam Fintech Week CNBC Indonesia, Senin (18/7/2022).

    Pelaku industri, lanjut Adrian, juga lebih selektif terhadap sektor-sektor yang mungkin terdampak atau memiliki dampak negatif dengan beberapa kondisi makro yang ada sekarang ini.

    Menurutnya, ini menjadi hal yang cukup unik di industri fintech dimana para pelaku industri bisa memanfaatkan data, melakukan skoring, dengan menggunakan teknologi artificial intelligence sehingga lebih cepat untuk mengadaptasi dan mengantisipasi perubahan-perubahan tersebut.

    “Informasi ini tentunya menjadi informasi yang kemudian kita sampaikan terkait dengan faktor risiko dan sebagainya kepada para calon Lender, baik itu individu maupun institusi sehingga mereka mendapat gambaran penuh terkait dengan profil risiko terkait dengan dampak terhadap gejolak makro terhadap sektor sektor tersebut,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Adrian menuturkan bahwa kemajuan fintech P2P lending dalam 10 tahun ke depan ditentukan dari bagaimana semua pihak dapat mengoptimalisasi atau memanfaatkan peluang yang ada. Contohnya seperti kolaborasi yang dibangun secara digital, ditambah juga dengan support dari pemerintah, baik Itu dari sisi regulator maupun stakeholders lainnya.

    Hal ini dianggap Adrian bisa menjadi basis industri baru di Indonesia ke depannya yang juga memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

    “Tentunya ini juga akan menimbulkan suatu shifting baik itu dari sisi SDM maupun dari sisi regulasi sehingga mungkin ini yang akan kita lihat pertumbuhan ekonomi digital ini menjadi basis untuk yang kita sebut Innovation ekonomi Indonesia selanjutnya,” tutup Adrian.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Siap Jadi Juara di ASEAN, Kepoin Potensi Ekonomi Digital RI

    (dpu/dpu)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.