Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pecinta Kripto, Ada Kabar Kurang Baik dari India Buat Kamu!
    Insight News

    Pecinta Kripto, Ada Kabar Kurang Baik dari India Buat Kamu!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Juli 2022Updated:18 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank Sentral India atau Reserve Bank India (RBI) ingin melarang cryptocurrency (kripto). Hal ini disampaikan Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman dalam rapat dengan anggota parlemen, Senin (18/7/2022).

    Nirmala Sitharaman mengatakan RBI telah menyatakan keprihatinan tentang “efek destabilisasi cryptocurrency pada stabilitas moneter dan fiskal suatu negara” dan telah merekomendasikan “untuk membingkai undang-undang di sektor ini, ” ungkapnya.

    “RBI berpandangan bahwa cryptocurrency harus dilarang,” kata Nirmala Sitharaman seperti dikutip dari TechCrunch, Senin (18/7/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun pemerintahan Narendra Modi untuk mengatur kripto perlu undang-undang dengan “kolaborasi internasional yang signifikan.”

    “Cryptocurrency menurut definisi tanpa batas dan membutuhkan kolaborasi internasional untuk mencegah arbitrase peraturan. Oleh karena itu, undang-undang apa pun untuk regulasi atau pelarangan hanya dapat efektif setelah kolaborasi internasional yang signifikan dalam evaluasi risiko dan manfaat serta evolusi taksonomi dan standar umum,” jelas Nirmala Sitharaman.

    Financial Stability Board (FSB), badan regulator, pejabat perbendaharaan, dan bankir sentral dari ekonomi Kelompok 20 termasuk India, mengatakan awal bulan ini bahwa mereka akan mengusulkan aturan global yang “kuat” untuk cryptocurrency pada Oktober tahun ini. FSB mengatakan aset kripto sebagian besar digunakan untuk “tujuan spekulatif” dan tidak beroperasi di “ruang bebas regulasi.”




    Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

    Tanggapan Nirmala Sitharaman menimbulkan tantangan lebih lanjut terhadap adopsi cryptocurrency dan platform yang memungkinkan inovasi di atasnya di negara Bollywood.

    Sebelumnya rencana India untuk memajaki transaksi kripto pada awal tahun ini dilihat sebagai langkah bank sentral India yang mulai merangkul teknologi baru yang tumbuh cepat. Namun dalam beberapa bulan terakhir, bank-bank India telah mengirimkan sinyal berbeda kepada para pelaku industri.

    Bank sentral India terus memaksa bank-bank untuk tidak terlibat dengan platform kripto di India, sebuah langkah yang telah membuat mimpi buruk bagi perusahaan, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

    Coinbase menghentikan layanan perdagangan di India awal tahun ini karena “tekanan informal” dari Reserve Bank of India, ungkap CEO Coinbase Brian Armstrong. Bursa lokal dan perusahaan kripto lainnya juga mengalami penurunan tajam dalam volume perdagangan dalam beberapa bulan terakhir, sebagian karena undang-undang perpajakan setempat.

    Asosiasi Internet dan Seluler India, sebuah kelompok lobi berusia 18 tahun yang berpengaruh di India, menolak mengadvokasi kripto minggu lalu dengan alasan ketidakpastian peraturan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Harga Kripto Berguguran, Bos Tokokripto: Jangan Panik

    (roy/roy)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.