Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BI Mau Terbitkan Rupiah Digital, Beda dengan Uang Elektronik?
    Insight News

    BI Mau Terbitkan Rupiah Digital, Beda dengan Uang Elektronik?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juli 2022Updated:17 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Bali, Dexpert.co.id – Bank Indonesia (BI) mengatakan terdapat perbedaan Central Bank Digital Currency (CBDC) alias rupiah digital dengan uang elektronik.

    Secara sederhana, uang elektronik didefinisikan sebagai alat pembayaran dalam bentuk elektronik dimana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pengguna uang elektronik harus menyetorkan uangnya terlebih dahulu kepada penerbit dan disimpan dalam media elektronik sebelum menggunakannya untuk keperluan bertransaksi.

    Sementara Central Bank Digital Currency (CBDC) adalah uang digital yang diterbitkan dan peredarannya dikontrol oleh bank sentral, dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal. CBDC akan bertindak sebagai representasi digital dari mata uang suatu negara

    Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy mengatakan perbedaan yang paling sederhana adalah, rupiah digital diterbitkan BI selaku otoritas moneter, sementara uang elektronik bisa diterbitkan oleh pihak swasta atau lembaga non perbankan.

    “Gampangnya kalau CBDC yang diterbitkan bank sentral. Kalau kartu debit itu uangnya bank umum. Kalau e-money, gopay, ovo ini kan diterbitkan lembaga non bank,” jelas Ryan dalam Taklimat Media di Bali, Selasa (12/7/2022).

    Terpenting, kata Ryan, CBDC yang diterbitkan BI berisiko rendah. Oleh sebab itu, Ryan meyakini rupiah digital akan semakin dipercaya oleh masyarakat.




    Foto: Festival Keuangan Digital Indonesia, g20 (youtube BI)
    Festival Keuangan Digital Indonesia, g20 (youtube BI)

    Ryan mengatakan sudah saatnya bank sentral menerbitkan uang digital. Sebab saat ini transaksi digital sudah lebih dikedepankan. Penerbitan rupiah digital juga sebagai antisipasi berbagai bank sentral di seluruh dunia untuk memitigasi adanya risiko stabilitas pasar keuangan karena masifnya penggunaan aset kripto.

    “Bank sentral ini lembaga keuangan dengan risiko kreditnya lebih rendah. Pasti disini mudah-mudahan trust sistem. Ini yang jadi bagian upaya kita untuk memberikan layanan publik pada masyarakat,” ujarnya.

    “Saat ini memang sudah zamannya digital sudah saatnya bank sentral kita ini buat digital money,” kata Ryan lagi.

    Di sisi lain, rupiah digital tidak akan menghilangkan keberadaan uang tunai dan uang elektronik. Rupiah digital hanya akan menambah opsi transaksi selain dengan uang tunai dan uang elektronik. Harapannya, masyarakat bisa bertransaksi dalam berbagai situasi.

    “Tidak (CDBC tidak akan menghilangkan uang kartal dan uang elektronik). Prinsip yang kami pegang adalah eksistensi. Hidup orang Indonesia bisa lebih resilience, bisa transaksi dalam berbagai situasi, CDBC bisa memperkaya itu,” jelas Ryan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    BI & Pakar Top Dunia Kumpul di Bali Bahas Rupiah Digital

    (cap/mij)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.