Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Kata Perancang Aplikasi Gojek Soal PHK Startup di RI
    Insight News

    Ini Kata Perancang Aplikasi Gojek Soal PHK Startup di RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juli 2022Updated:17 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Startup di Indonesia sedang menghadapi guncangan ketidakstabilan perusahaan sehingga harus melakukan PHK terhadap karyawan. Mengenai hal tersebut, Presiden Direktur Binar Academy Alamanda Shantika ikut angkat bicara.

    “Banyak yang bertanya kepada saya mengenai ledakan baru-baru ini, dan yang bisa saya katakan hanyalah #iToldYouSo,” kata Alamanda, dikutip dari laman Linkedin, Rabu (13/7/2022).

    Menurutnya, butuh banyak waktu ekosistem melakukan kalibrasi. Maka dari itu dirinya memberanikan diri membangun Binar Academy dengan tujuan mempercepat ketersediaan talenta.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Binar Academy dibangun dalam rangka menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Alamanda juga mengaku tidak banyak yang mau melakukan hal tersebut kala itu.

    “Serta untuk tujuan ini dengan semua suka dan duka yang kamu lalui, Dita Aisyah, Ignasius Seto Lareno dan saya bootstrap untuk Binar selama 4 tahun,” jelasnya.

    Proses tersebut, dia menuliskan akan menguji mentalitas wirausaha. “Apakah kita benar-benar siap? Kami menghitung setiap uang dan memastikan semua sumber daya telah dimaksimalkan,” ungkapnya.

    Dengan keputusan melakukan bootstrap, dia mengatakan akan mengajarkan membangun fondasi yang kuat dan sehat. Termasuk membuat berpikir cara agar dapat mengembangkan unit yang sehat.

    Alamanda, yang saat ini juga menempati posisi di dewan komisaris Mandiri Capital, melanjutkan, ukuran dan kesuksesan startup tidak bisa hanya dinilai dari keberhasilan mengumpulkan pendanaan bernilai jutaan dolar. Dia memuji perusahaan yang bisa berkembang bahkan tanpa suntikan modal dari investor dan merekalah yang pantas untuk disorot.

    Melansir Detik.com pada 2016 lalu, dia bercerita saat itu ekosistem startup mulai tidak sehat khususnya terkait pembajakan karyawan. Serta juga muncul startup baru dan menawarkan jumlah gaji fantastis.

    Pada saat itu, Alamanda bahkan telah mengungkapkan ketakutan adanya startup bubble persis seperti yang terjadi dengan dotcom. Ini akan membuat perusahaan tidak bisa membayar gaji para pegawainya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    PHK Guncang Silicon Valley, Karyawan Apple Malah Naik Gaji

    (dem)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.