Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Akuisisi Twitter Batal, Orang Penting Ini Periksa Elon Musk
    Insight News

    Akuisisi Twitter Batal, Orang Penting Ini Periksa Elon Musk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Juli 2022Updated:15 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Otoritas Pasar Modal Amerika Serikat (SEC) mempertanyakan sebuah kicauan CEO SpaceX Elon Musk berkaitan data akun bot yang berbeda dengan surat kesepakatan akuisisi Twitter.

    Karena tweet itu, SEC meminta Elon Musk untuk menyampaikan informasi lebih lanjut tentang tweet tersebut. Lembaga ini juga meminta penjelasan mengapa pengajuan itu tidak diperbarui, serta pernyataan yang jelas tentang rencana saat ini sehubungan dengan akuisisi Twitter senilai US$44 miliar yang baru-baru ini dia batalkan, demkian dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (15/7/2022)

    Dalam sebuah surat tertanggal 7 Juni, pengacara Elon Musk dan mitra Skadden, Mike Ringler, menanggapi pertanyaan yang dikirim oleh Kantor Merger dan Akuisisi SEC beberapa hari sebelumnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Surat itu mengulangi klarifikasi yang dicari SEC dari Elon Musk, termasuk apakah pengajuan sebelumnya harus diubah berdasarkan tweetnya bahwa kesepakatan Twitter tidak dapat dilanjutkan dan Twitter diminta untuk memberikan lebih banyak informasi tentang akun spam yang ada di media sosialnya.

    “Istilah ‘tidak bisa’ menunjukkan bahwa Mr. Musk dan afiliasinya menggunakan hak hukum berdasarkan ketentuan perjanjian merger untuk menangguhkan penyelesaian akuisisi Twitter atau tidak berniat untuk menyelesaikan akuisisi,” tulis SEC, menurut ke pengarsipan.

    “Namun, kami mencatat bahwa Schedule 13D belum diubah untuk mencerminkan perubahan material yang nyata yang telah terjadi pada fakta yang dilaporkan sebelumnya berdasarkan Butir 4 Schedule 13D.”

    Ringler menanggapi pada saat itu bahwa Musk tidak percaya tweetnya memicu amandemen yang diperlukan untuk Schedule 13D yang diajukan sebelumnya. Terlepas dari keinginan Musk untuk mendapatkan informasi untuk mengevaluasi potensi spam dan akun palsu, tidak ada perubahan material pada rencana dan proposal Musk mengenai transaksi yang diusulkan pada saat itu.

    Musk, CEO SpaceX dan Tesla, sejak itu berusaha keluar dari kesepakatan, mengklaim Twitter tidak menegakkan kesepakatan kontrak. Ia mengatakan Twitter gagal mengungkapkan informasi yang seharusnya dimiliki dan melakukan PHK tanpa persetujuannya. Tetapi Twitter mengatakan telah mematuhi persyaratan perjanjian dan mengklaim Musk hanya mencoba untuk mundur sekarang karena kondisi pasar telah berubah.

    Twitter menggugat Musk di Delaware Chancery Court pada hari Selasa untuk berusaha menahannya pada perjanjian asli.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.