Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cerita Penambang Bitcoin RI, Duduk Diam Raup Ratusan Juta
    Insight News

    Cerita Penambang Bitcoin RI, Duduk Diam Raup Ratusan Juta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juli 2022Updated:14 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam dunia mata uang kripto, khususnya Bitcoin, ada aktivitas mining atau menambang yang dilakukan oleh orang di seluruh penjur dunia termasuk di Indonesia.

    Salah satu orang yang bergelut menjadi full time miner, mendedikasikan perangkat komputernya hanya untuk menambang Bitcoin, adalah Adhy Surya. Ia mengaku telah mengetahui pekerjaan sebagai miner ini sejak 2012 yang lalu. Namun, saat itu ia hanya coba-coba saja dengan alat yang seadanya.

    Sekitar 9 tahun lalu, ia melihat pasar Bitcoin tersendat pertumbuhan sehingga memutuskan untuk berhenti. Namun, saat pasar Bitcoin melesat pada 2020, ia kembali tertarik untuk melanjutkan aktivitas menambang kripto.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Oh mining ini cukup menggiurkan ya, dalam arti kita kan sebetulnya bertindak secara pasif ya, aktifnya mungkin dari sisi maintenance-nya mungkin bersih-bersih dari alat-alatnya dari maintain konfigurasinya gitu. Hanya secara secara garis besar ya itu adalah sesuatu yang bentuknya pasif,” ujarnya kepada CNBC Indonesia.




    Aku mau nabung kripto atau jadi pendapatan pasif saja, jarang passive income bisa didapetin begitu sajaAdhy Surya, penambang Bitcoin

    Dua tahun lalu, saat pasar Bitcoin bergairah, Adhi kebetulan juga sedang memiliki kebutuhan untuk meng-upgrade komputer pribadinya.

    Ia berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba menjadi miner lagi, sekaligus untuk menambah biaya kebutuhan meng-upgrade komputer.

    “Nah pas lagi upgrade PC, enggak lama bitcoin udah naik lagi nih ke all time high, apa sekalian saja ya? Aku grab saja deh, di satu satu sisi oke memang,” tuturnya.

    Berawal dari keinginannya meng-upgrade komputer, setahun setelahnya ternyata cuan yang dihasilkan dari menambang cukup menguntungkan, apalagi saat harga Bitcoin ada di level tertinggi.

    Di titik tertinggi, satu keping Bitcoin dihargai US$ 68.000 atau lebih dari Rp 1 miliar. Namun, setelah memuncak di November 2021, harga Bitcoin mulai merosot jelang pertengahan 2022. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di atas harga US$20.000 atau sekitar Rp 300 juta.

    “Menarik juga ya, akhirnya saya melanjutkan. Kebetulan aku udah liat cycle-nya, sudah beberapa kali all time high tapi belum ada crash-nya, aku waktu itu expect dalam beberapa bulan ke depan 2021 akhir itu akan bisa crash lagi, sesuai dengan cycle-nya.” ungkap Adhy.

    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.