Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kominfo Matikan 24.000 App Pemerintah, Negara Hemat Banyak
    Insight News

    Kominfo Matikan 24.000 App Pemerintah, Negara Hemat Banyak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate menyatakan, pemerintah sedang menyiapkan aplikasi super (super app) untuk menggantikan ribuan aplikasi yang saat ini dioperasikan pemerintah.

    Ia menilai bahwa aplikasi pemerintah yang digunakan saat ini terlalu banyak dan tidak efisien. Saat ini, ada sekitar 24.000 aplikasi yang bekerja sendiri-sendiri sehingga ia merasa perlu untuk menata ulang aplikasi-aplikasi tersebut.




    Johnny G Plate dalam acara Digital Economy Working Group G20 2022,  (Tangkapan layar youtube Kemkominfo TV)Foto: Johnny G Plate dalam acara Digital Economy Working Group G20 2022, (Tangkapan layar youtube Kemkominfo TV)




    Kementerian dan lembaga pemerintah daerah memiliki aplikasi yang berbeda-beda di setiap subunitnyaMenkominfo Johnny G. Plate

    “Bahkan di setiap kementerian dan lembaga pemerintah daerah memiliki aplikasi yang berbeda-beda di setiap subunitnya, sangat tidak efisien,” kata Johnny saat berbicara dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Platform ini nantinya akan menjadi layanan publik terpadu untuk menghasilkan satu data, bagian dari implementasi kebijakan berbasis data. Menurut Johnny, paling tidak hanya butuh 8 aplikasi yang terintegrasi untuk memudahkan komunikasi.

    “Ini sedang kita siapkan dalam roadmap Kominfo,” tuturnya.

    Nantinya untuk 24.000 aplikasi ini, Kominfo melakukan shut down atau menutupnya kemudian secara bertahap akan dipindahkan ke dalam super app pemerintah.

    Ia meyakini penggunaan super app efisiensinya akan lebih tinggi dari intervensi fiskal yang Menteri Keuangan Sri Mulyani keluarkan saat ini.”Puluhan triliun hematnya, kalau itu bisa dilakukan luar biasa untuk kita,” ungkap Johnny.

    Di sisi lain, pemerintah dalam rangka electronic government, menggunakan 2.700 pusat data, dan hanya 3 persen yang berbasis cloud. Sisanya bekerja sendiri-sendiri yang mengakibatkan sangat sulit untuk menghasilkan satu data sebagai implementasi data data driven policy di Indonesia.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Program Benefit Bagi Karyawan Ala Employee Super App, Venteny

    (dem)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.