Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Batal Beli Twitter, Semua Gegara Bot!
    Insight News

    Elon Musk Batal Beli Twitter, Semua Gegara Bot!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Juli 2022Updated:10 Juli 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk batal membeli Twitter seharga US$ 44 miliar. CEO Tesla itu menyebut Twitter telah membuat pernyataan yang menyesatkan atas jumlah bot spam di platform jejaring sosial tersebut.

    Pengacara Musk, Skadden Arps Mike Ringler, mengatakan bahwa Twitter belum memenuhi kewajiban kontraknya. Twitter juga dinilai tidak memberikan Musk informasi bisnis yang relevan seperti yang dia minta seperti yang sudah tertuang dalam perjanjian kontrak.

    Musk sebelumnya mengatakan dia ingin menilai klaim Twitter bahwa sekitar 5% dari pengguna aktif harian (mDAU) yang dapat dimonetisasi adalah akun spam.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Twitter telah gagal atau menolak untuk memberikan informasi. Terkadang Twitter mengabaikan permintaan Musk, terkadang menolaknya karena alasan yang tampaknya tidak dapat dibenarkan, dan terkadang mengklaim untuk mematuhinya sambil memberikan informasi yang tidak lengkap atau tidak dapat digunakan oleh Musk,” klaim Ringler, seperti dikutip CNBC International, Minggu (10/7/2022).

    Ringler juga menuduh dalam surat itu bahwa Twitter melanggar perjanjian merger karena diduga berisi “representasi yang tidak akurat secara material.”

    Tuduhan ini didasarkan pada tinjauan awal Musk sendiri terhadap akun spam di platform Twitter. Twitter mengatakan tidak mungkin menghitung akun spam hanya dari informasi publik dan tim ahli melakukan peninjauan untuk mencapai angka 5%.

    Kendati demikian, analisis ini masih berlangsung, semua indikasi menunjukkan bahwa beberapa pengungkapan publik Twitter mengenai mDAU-nya salah atau menyesatkan secara material.

    Dia juga mengklaim Twitter melanggar kewajibannya berdasarkan perjanjian untuk mendapatkan persetujuan Musk sebelum mengubah kegiatan bisnisnya yang biasa, menunjuk pada PHK baru-baru ini di perusahaan.

    Sementara Musk sekarang secara resmi berusaha untuk menjauh dari kesepakatan itu, kisah ini kemungkinan masih jauh dari selesai.

    Berdasarkan ketentuan perjanjian, Musk setuju untuk membayar US$ 1 miliar jika dia mundur. Namun seperti yang terlihat, Twitter berusaha untuk merealisasikan sesuai perjanjian.

    Twitter juga memiliki alasan untuk berusaha menahan Musk dengan persyaratan aslinya. Saham telah jatuh jauh sejak dewan mengumumkan telah menerima tawarannya untuk membeli perusahaan dengan harga US$ 54,20 per saham.

    Musk tampaknya memperhatikan harga saham juga dan sedang mempertimbangkan apakah prospek bisnis dan prospek keuangan perusahaan yang menurun merupakan Efek Merugikan Material Perusahaan yang memberi Musk dasar terpisah dan berbeda untuk mengakhiri Perjanjian Penggabungan.

    Ketua Dewan Direksi Twitter, Bret Taylor, mengatakan perusahaannya masih berkomitmen untuk mengunci kesepakatan sesuai dengan rencana awal serta tidak segan mengambil langkah hukum untuk menegakkan kesepakatan.

    “Kami yakin kami akan menang di Delaware Court of Chancery,” tulis Taylor dalam tweet-nya, dikutip Minggu (10/7/2022).

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Elon Musk Sukses Beli Twitter Rp635 Triliun, Bakal Pecat CEO?

    (luc/luc)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.