Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Lokasi Tambang Bitcoin Paling Cuan, Ada Indonesia?
    Insight News

    Ini Lokasi Tambang Bitcoin Paling Cuan, Ada Indonesia?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kemunculan Bitcoin menciptakan profesi baru, yaitu para penambang koin. Para penambang sebetulnya bertugas sebagai “validator”, yaitu memverifikasi setiap transaksi. Sebagai imbalan jerih payahnya, mereka berpeluang mendapatkan Bitcoin.

    Para penambang Bitcoin membutuhkan kekuatan pemrosesan data yang besar. Mereka harus memiliki perangkat komputer dengan kapasitas GPU yang lowong agar bisa memproses sebanyak mungkin data dalam waktu singkat. Perangkat ini tentunya membutuhkan daya listrik yang juga besar.

    Pakar penambangan di 911 Metallurgist memutuskan untuk menemukan negara termurah dan termahal untuk menambang mata uang kripto.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Untuk menentukan biaya menambang cryptocurrency yang berbeda di seluruh dunia, mereka menghitung kebutuhan listrik dan biaya listrik untuk menambang Bitcoin di 200 negara dan 50 negara bagian AS.

    Untuk artikel ini, nilai tukar Bitcoin yang digunakan adalah US$21.622,85 per koin.

    Dari daftar yang dirilis oleh 911 Metallurgist, Kuwait, menjadi negara dengan biaya menambang Bitcoin terendah yakni US$1,393 atau sekitar Rp 20,9 juta per 1 Bitcoin. Dari biaya yang dikeluarkan tersebut, profit atau keuntungan yang didapat sebesar US$20.228,90 atau sekitar Rp 302 juta.

    Negara kedua yang menjadi lokasi paling cuan untuk menambang Bitcoin adalah Aljazair. Di sini, profit untuk setiap satu Bitcoin yang ditambang mencapai US$17.440,9 atau sekitar Rp 261 juta.

    Di Korea Utara, yang pemerintahnya dikabarkan aktif menggali devisa dari perdagangan kripto, profit dari penambangan tiap Bitcoin mencapai US$13.878,53 atau sekitar Rp 201 juta. Korea Utara adalah negara dengan biaya penambangan Bitcoin termurah nomor 9.

    Untung lumayan besar juga bisa diraih di Singapura. Di Negeri Singa, tiap Bitcoin menghasilkan untung US$10.670,35 atau sekitar Rp 159,71 juta. 

    Lalu bagaimana dengan Indonesia?

    Menurut laporan, Indonesia berada di peringkat ke-54 dengan biaya menambang per 1 Bitcoin mencapai US$21,307 atau sekitar Rp 320 juta. Dengan harga Bitcoin per Jumat pagi (8/7/2022), penambang Bitcoin di Indonesia bisa meraih profit US$315,27 atau sekitar Rp4,72 juta per Bitcoin.


    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Bahaya, Ini ‘Senjata’ Mematikan China Buat Lenyapkan Bitcoin

    (dem)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.