Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hamish Daud Punya Startup ‘Pemulung’, Baru Raih Dana Miliaran
    Insight News

    Hamish Daud Punya Startup ‘Pemulung’, Baru Raih Dana Miliaran

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Juli 2022Updated:7 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Octopus, startup daur ulang sampah menyajikan platform untuk memudahkan pengumpulan produk limbah dari konsumen dan mendaur ulangnya menjadi bahan baku-baru mengumumkan pendananaan baru. 

    Startup yang berbasis di Jakarta ini mengumumkan telah mengumpulkan putaran modal sebesar US$5 juta (sekitar Rp75 miliar) yang dipimpin oleh Openspace dan SOSV.

    Octopus didirikan tahun lalu oleh lima orang teman, yakni Mohammad Ichsan, Hamish Daud, Niko Adi Nugroho, Rizki Mardian, dan Dimas Ario.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Setelah baru-baru ini diluncurkan di Jakarta, startup ini akan menggunakan modal segar untuk ekspansi agresif. Dana yang didapat akan digunakan termasuk untuk lima fasilitas pemilahan dan 1.700 pos pemeriksaan di empat kota yakni Jakarta, Bandung, Bali dan Makassar, dengan tujuan menangani 380 ton sampah, mulai dari plastik untuk peralatan elektronik setiap bulan.

    Ichsan mengatakan salah satu alasan dia mendirikan Octopus adalah karena dia kembali ke rumah orang tuanya di Makassar untuk liburan, dan menemukan bahwa tempat pembuangan sampah yang berjarak 30 kilometer mengeluarkan bau busuk yang tak tertahankan, terutama mengingat dia memiliki seorang putri yang baru lahir.

    “Saya bertanya-tanya dunia seperti apa yang akan dia tinggali,” katanya, dikutip dari TechCrunch, Kamis (7/7/2022).

    Saat itu, ia bertemu bertemu dengan Hamish, yang memiliki keprihatinan yang sama dan telah melakukan penelitian tentang sampah laut.

    Octopus juga mengacu pada peraturan pemerintah Indonesia tentang pengumpulan sampah yang disebut sebagai 3R, atau “menggunakan kembali, mengurangi, dan mendaur ulang,” yang dimaksudkan untuk mengurangi jumlah sampah plastik di lautan hingga 70%.

    Pemerintah telah memperkuat tujuan ini dengan inisiatif seperti bank sampah, penegakan tujuan daur ulang untuk merek dan produsen, dan biaya kantong plastik untuk konsumen.

    Octopus menawarkan dua jenis layanan utama, pertama adalah menjual bahan pasca-konsumen ke industri daur ulang dan yang kedua adalah pelaporan pengumpulan data untuk merek FMCG. Seperti misalnya membantu pabrikan untuk mengumpulkan popok bekas dari konsumen dengan penanganan yang sesuai prosedur operasi standar dari pelestari.

    Bagi pelestari yang tidak memiliki ponsel untuk mengakses aplikasi Octopus, Ischan mengatakan perusahaan bekerja sama dengan biro kesejahteraan sosial untuk menyediakan ponsel sebagai bagian dari program pemerintah kota setempat untuk mengatasi pengangguran di daerah mereka.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup Food-Tech Lokal Olah Bahan Nabati Jadi “Daging Ayam”

    (dem)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.