Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tesla Kena Gugatan Diskriminasi terhadap Pekerja Kulit Hitam
    Insight News

    Tesla Kena Gugatan Diskriminasi terhadap Pekerja Kulit Hitam

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Juli 2022Updated:3 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Lima belas mantan pegawai dan pegawai Tesla mengajukan gugatan terhadap perusahaan ke pengadilan negara bagian California. Mereka menggugat produsen mobil listrik ini dengan tuduhan diskriminasi terkait ras di pabrik Tesla.

    Menurut gugatan itu, para pekerja sering menjadi sasaran komentar dan perilaku rasis oleh rekan kerja, manajer, dan karyawan divisi sumber daya manusia. Pelecehan, yang sebagian besar terjadi di pabrik Tesla Fremont, California, termasuk menggunakan istilah-istilah, seperti “perbudakan” atau “perkebunan”.

    “Prosedur operasi standar termasuk diskriminasi ras yang terang-terangan, terbuka, dan tidak tanggung-tanggung,” tulis gugatan itu dilansir Reuters, Sabtu (2/7/2022).

    Salah satu penggugat Teri Mitchell mengaku sering dilecehkan oleh rekan kerja dan manajer dengan hinaan rasial, termasuk perkataan yang merendahkan orang kulit hitam.

    Penggugat lainnya, Nathaniel Aziel Gonsalves, menggambarkan pelecehan yang dilakukan oleh seorang supervisor. Dia mengatakan bahwa supervisor itu menyebutnya tidak seperti kebanyakan orang kulit hitam, serta memanggilnya ‘zebra’ karena dia ‘tidak hitam atau putih.’

    Adapun para penggugat tersebut ditugaskan ke posisi yang paling berat secara fisik dan tidak mendapatkan promosi jabatan selama bekerja di Tesla.

    Di sisi lain, Tesla belum berkomentar mengenai hal ini. Produsen mobil itu menghadapi setidaknya 10 tuntutan hukum yang menuduh diskriminasi ras atau pelecehan seksual, termasuk satu oleh badan hak-hak sipil negara bagian California.

    Sebelumnya, Tesla pada Februari lalu juga menanggapi tuntutan hukum di mana perusahaan menegaskan untuk memberantas perilaku diskriminatif.

    “Tesla selalu mendisiplinkan dan memberhentikan karyawan yang melakukan pelanggaran, termasuk mereka yang menggunakan hinaan rasial atau melecehkan orang lain dengan cara yang berbeda. Kami baru-baru ini meluncurkan program pelatihan tambahan yang memperkuat persyaratan Tesla bahwa semua karyawan harus memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan mengingatkan karyawan tentang berbagai cara mereka dapat melaporkan kekhawatiran, termasuk secara anonim,” tulis Tesla dalam laman resminya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Sederet Ambisi Elon Musk: Dari Tesla, Mars, Kini Twitter

    (hsy/hsy)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.