Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Suhu Indonesia Makin Panas, Apakah Efek Badai Matahari?
    Insight News

    Suhu Indonesia Makin Panas, Apakah Efek Badai Matahari?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Mei 2022Updated:14 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa hari ini masyarakat di beberapa wilayah Indonesia merasakan cuaca sangat panas yang tak biasa. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca yang sangat panas bukan karena fenomena gelombang panas.

    Seperti diketahui gelombang panas atau dikenal dengan “heatwave” merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut, di mana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih.

    Fenomena ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi, seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah. Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari disebabkan beberapa hal.

    Pertama, posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau. Di mana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang.

    “Sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi,” kata dia dalam keterangan dikutip Sabtu (14/5/2022).

    Kedua, dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut dapat mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.

    BMKG mengimbau kondisi suhu panas pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei. Oleh karena itu masyarakat harus menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

    Berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terukur selama periode 1-7 Mei 2022 berkisar antara 33-36.1 °C dengan suhu maksimum tertinggi hingga 36.1 °C terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

    Suhu maksimum tertinggi di Indonesia pada April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38.8°C di Palembang pada 2019, sedangkan di bulan Mei sekitar 38.8 °C di Temindung Samarinda pada 2018.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ancaman Lebih Gawat dari Covid-19 Makan Korban, Ini Buktinya

    (pgr/pgr)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.