Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terra LUNA Anjlok, Bisakah Picu Krisis Keuangan Kripto?
    Insight News

    Terra LUNA Anjlok, Bisakah Picu Krisis Keuangan Kripto?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Mei 2022Updated:13 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Krisis aset Kripto Terra LUNA dan TerraUSD telah menyeret jatuh harga uang kripto. Beberapa menyebut insiden ini mirip seperti skema ponzi dengan runtuhnya Lehman Brothers yang memicu krisis keuangan 2008.

    Terra LUNA dan TerraUSD merupakan proyek pengembangan stablecoin yang dilakukan oleh Terraform Labs. Stablecoin diklaim sebagai tempat penyimpanan nilai yang relatif aman di pasar kripto yang sangat berfluktuatif.

    Stablecoin diikat dengan mata uang resmi yang diterbitkan bank sentral seperti dolar atau rupiah dan biasanya mempertahankan nilainya satu berbanding satu dengan mata uang resmi bank sentral.

    Namun peristiwa Terra LUNA dan TerraUSD membuktikan mereka sama fluktuatifnya dengan cryptocurrency lainnya. Saat ini harga Terra LUNA dan TerraUSD sudah jatuh di bawah US$1. Jauh dari target yang dipatok satu koin berbanding dengan US$1.

    Bagaimana Masalah ini Terjadi?

    TerraUSD merupakan stablecoin algoritmik, yang berarti alih-alih memiliki uang tunai dan aset riil lainnya yang disimpan sebagai cadangan untuk mendukung token, proyek ini menggunakan campuran kode yang komplek dan Terra LUNA untuk menstabilkan harga.

    “Ide tentang stablecoin algoritmik adalah alih-alih memiliki sokongan cadangan, Anda memiliki semacam cadangan yang berantakan dan berkualitas lebih rendah. Ini adalah cara untuk mengklaim bahwa Anda sedang membangun sesuatu yang stabil dari hal-hal yang tidak stabil,” kata David Gerard, penulis buku Attack of the 50 Foot Blockchain.

    “Terra LUNA diduga adalah token governance (tata kelola), yang merupakan cara untuk berpura-pura bahwa uang Ponzi yang dibuat-buat bukanlah uang Ponzi yang dibuat-buat,” terangnya seperti dilansir dari EuroNews, Jumat(13/5/2022).

    Segalanya menjadi lebih rumit setelah pencipta Terra, Do Kwon, membeli Bitcoin senilai $US3,5 miliar untuk mendukung TerraUSD jika terjadi krisis.

    Luna Foundation Guard (entitas pengelola aset kripto Terra) kemudian mengatakan dalam sebuah tweet bahwa mereka telah menarik 37.000 Bitcoin – senilai lebih dari US$1 miliar untuk dipinjamkan.

    Perusahaan mengatakan “sangat sedikit” dari Bitcoin yang dipinjam telah dibelanjakan, tetapi “saat ini digunakan untuk membeli” TerraUSD. Banyak yang khawatir bahwa Luna Foundation Guard akan menjual sebagian besar Bitcoinnya untuk mendukung TerraUSD.

    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.