Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Jenius Jahat Biang Kerok Harga Terra LUNA Anjlok 98%?
    Insight News

    Ada Jenius Jahat Biang Kerok Harga Terra LUNA Anjlok 98%?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Mei 2022Updated:13 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Minggu yang menegangkan bagi mereka yang memiliki Bitcoin dan cryptocurrency lainnya, sebab miliaran dolar hilang dalam sekejap dari nilai aset mereka.

    Bitcoin yang sering disebut-sebut sebagai “emas digital”, anjlok di bawah US$25.500 minggu ini – jauh dari rekor harga US$ 69.000 yang tercatat pada bulan November. Pasar aset kripto yang lebih luas, nilainya telah turun lebih dari 50 persen sejak saat itu.

    Akhir-akhir ini, pelaku pasar ramai-ramai membuang aset spekulatif dan berisiko mereka seperti aset kripto, saham teknologi, dan saham di perusahaan yang masih dalam fase pertumbuhan, dan belum bisa menghasilkan dividen.

    Semua terjadi ketika Federal Reserve AS dan bank sentral secara global, menaikkan suku bunga secara agresif. Selain itu, mereka menghapus stimulus Covid-19 senilai triliunan dolar, dalam upaya untuk menahan inflasi yang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

    Terlepas dari faktor ekonomi, dari gambaran besar itu, analis mengatakan jatuhnya stablecoin Terra (UST) dan efeknya yang merembet ke mana-mana adalah alasan utama di balik aksi jual cryptocurrency minggu ini.

    Stablecoin seperti UST, Tether, dan USDC bisa diibaratkan sebagai rekening bank untuk ekosistem kripto, dan nilainya biasanya dipatok ke mata uang fiat seperti dolar AS.

    Secara teori, mereka didesain untuk memiliki nilai tetap (sekitar US$1) sehingga mereka dapat menjadi penyimpan nilai yang andal, berbeda dengan volatilitas ekstrem aset kripto lain seperti Bitcoin, Ether, dan lainnya.

    Terra adalah salah satu mata uang digital yang paling berharga dan stabil di dunia. Namun, pada hari Selasa (10/5), aksi jual besar-besaran terjadi karena nilai stablecoin Terra tiba-tiba terlepas dari nilai patokannya terhadap dolar AS.

    Nilainya anjlok dari US$1 menjadi 60 sen AS dalam sehari. Kemudian, jatuh lagi pada hari selanjutnya yang membawa nilainya turun menjadi 20 sen AS.

    Fenomena ini bisa dibilang sebagai krisis perbankan (bank run) di ekosistem cryptocurrencey, yaitu orang berebut adu cepat menarik uang mereka dari aset kripto.

    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.