Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pegawai Tiktok Curhat Kerja Penuh Tekanan Mental, Anda Minat?
    Insight News

    Pegawai Tiktok Curhat Kerja Penuh Tekanan Mental, Anda Minat?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Mei 2022Updated:12 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bekerja di Tiktok ternyata penuh siksaan mental. Sejumlah mantan pegawai raksasa mendia sosial itu menggambarkan pekerjaannya selalu di dalam tekanan.

    Bahkan ada yang mengungkapkan bekerja di sana tak sama seperti yang terjadi di platform Tiktok. “Cara karyawan Tiktok diperlakukan adalah kebalikan dari platform Tiktok,” tulis Dylan Juhnke yang pernah bekerja sebagai brand partnership dalam sebuah memo tahun 2021 lalu, dikutip dari Business Insider, Kamis (12/5/2022).

    Junhke mengunggah memo itu setelah mendapatkan sanksi dari perusahaannya. Masalahnya berawal saat dia mengajukan pertanyaan soal atasannya yang mengabaikan pertanyaan mengenai kompensasi karyawan dan mengundurkan diri pada pertemuan town hall.

    The Wall Street Journal juga membuat laporan rangkuman curhatan para mantan pegawai Tiktok. Mereka disebut harus menghadapi budaya kerja dengan tekanan tinggi, dari rapat 85 jam, kurang tidur, hingga siksaan mental.

    Salah satu curhatannya adalah pegawai yang pernah bekerja di sana mengalami perubahan emosional dan berat badan bahkan harus mengikuti terapi psikologi. Cerita lainnya mengatakan mereka harus membawa bukti dokumen soal kondisi medis yang mengancam jiwa agar manajer bisa mengizinkan agar tidak lembur selama dua hari.

    Bahkan sebuah cerita memilukan bekerja di Tiktok juga diunggah Melody Chu dalam tiga postingan di laman Medium dengan judul Seperti Apa Rasanya Bekerja di Tiktok. Salah satunya mengungkapkan dia harus merelakan tidak pernah makan malam di rumah saat hari kerja dan harus mengikuti rapat di hari Minggu atau lewat jam 10 malam.

    “Saya tadinya berpikir bahwa saya sudah melalui beberapa hal sulit dalam karier saya sejauh ini [sebelum bekerja di Tiktok],” ucapnya yang sebelumnya bekerja di Facebook selama 5 tahun dan menjadi engineer di NextDoor.

    Dalam laporan WSJ, banyak karyawan berasal dari perusahaan teknologi besar lain. Namun mereka menyebut Tiktok menekankan produktivitas dan kerahasiaan tanpa henti dengan tingkat luar biasa.

    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.