Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jam ‘Kiamat’ Tak Lagi Bergerak, Kehancuran Bumi Kian Dekat?
    Insight News

    Jam ‘Kiamat’ Tak Lagi Bergerak, Kehancuran Bumi Kian Dekat?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Mei 2022Updated:12 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Doomsday Clock atau Jam Kiamat tak bergerak pada awal tahun 2022 lalu. Keputusan ini telah diambil panel ahli dalam Buletin Ilmuwan Atom selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan 100 detik menuju tengah malam.

    Doomsday Clock tak berhubungan dengan ramalan kiamat namun sebagai pengingat untuk ancaman Bumi rusak parah akibat ulah manusia. Tengah malam mengacu Bumi yang mengalami kerusakan parah.

    Panel tersebut beralasan keputusan jam itu berkaitan dengan ancaman perang nuklir, perubahan iklim dan penyakit mematikan sepanjang tahun lalu.

    “Jam Kiamat masih stabil pada 100 detik hingga tengah malam. Tapi stabil bukanlah kabar baik,” kata Sharon Squassoni, profesor Universitas George Washington dan ketua bersama dewan Buletin Atomic Scientists (BAS), dikutip dari The Guardian, Rabu (11/5/2022).

    “Faktanya mencerminkan penilaian dewan bahwa kita terjebak dalam momen berbahaya, yang tidak membawa stabilitas maupun keamanan”.

    Meski begitu, beberapa kasus menunjukkan hal positif dan kestabilan di tahun lalu. Misalnya saja perjanjian pengendalian senjata Rusia dan Amerika Serikat (AS) yang diperpanjang.

    Selain itu ada juga pembicaraan kembali program nuklir Iran. Hal positif juga terlihat dari pemerintah Amerika Serikat (AS) yang percaya soal perubahan iklim dan menjanjikan untuk melakukan tindakan mengurangi emisi global.

    Namun dunia juga sedang menghadapi tren investasi yang dilakukan negara besar dalam persenjataan nuklir mereka. Diskusi nuklir Iran juga dinilai tidak ada kemajuan dan tindakan global soal darurat iklim yang dianggap lemah.

    Ancaman biologis terkait pandemi Covid-19 juga jadi perhatian. Asha M. George, direktur eksekutif Komisi Bipartisan Bidefense menyebutkan pandemi memaparkan kerentanan manusia pada periistiwa biologi.

    Bahkan menurut George, kemungkinan akan ada pandemi lain setelah Covid-19 merebak dalam dua tahun ini berakhir. Ini ancaman dari langkah keamanan tidak memadai dari laboratorium yang bekerja dengan patogen berbahaya dan bahaya atas program senjata biologis.

    “Negara di seluruh dunia setidaknya harus memperkuat kemampuan mereka memantau penyakit menular,” ungkapnya, dikutip dari Al Jazeera.

    “Tidak peduli apa sumbernya, mereka harus berasumsi wabah yang terjadi di negara lain tidak akan tetap ada di sana dalam perbatasan atau wilayah mereka. Dan mereka harus mengambil tindakan luar biasa sekarang sebelum program senjata biologis menghasilkan perang biologis”.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.