Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Iklan Lazada Dituding Hina Putri Kerajaan Thailand
    Insight News

    Heboh Iklan Lazada Dituding Hina Putri Kerajaan Thailand

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Mei 2022Updated:9 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Thailand mengumumkan peringatan bagi kreator agar menghindari membuat konten digital yang berisiko menghina monarki negara.

    Hal itu dilakukan setelah sebuah video oleh influencer media sosial yang mempromosikan platform e-commerce Lazada membuat marah para loyalis kerajaan (royalis). Video iklan Lazada tersebut disebut menghina pihak istana.

    Tagar Twitter #BanLazada pun menjadi tren di Thailand setelah promosi yang di-posting oleh influencer Aniwat “Nara” Prathumthin yang menunjukkan dirinya dan Thidaporn “Nurat” Chaokuwiang mengenakan pakaian tradisional Thailand. Nurat berada di kursi roda sementara Nara berperan sebagai ibunya.

    Mengutip dari Coconuts, Senin (9/5/2022), para royalis marah dengan kemiripan karakter di iklan digital tersebut dengan Putri Chulabhorn, yang menderita penyakit autoimun Lupus dan menggunakan kursi roda.

    Dalam video tersebut memang tidak disebutkan mengenai anggota keluarga kerajaan atau menyebut salah satu anggota keluarga kerajaan. Namun, beberapa pihak menilai iklan tersebut sangat terlihat dan dapat langsung dikenali oleh masyarakat.

    “Ini kentara, dan langsung dikenali oleh masyarakat umum Thailand tentang siapa yang mereka coba olok-olok,” cuit mantan anggota Partai Demokrat Payu Nerngchamnong.

    “Ini kejam, dan tidak dapat diterima, terlepas dari apakah orang yang ditargetkan adalah anggota Keluarga Kerajaan atau tidak. Tidak ada tempat untuk perilaku seperti ini.” imbuhnya.

    Hukum Thailand menetapkan hukuman hingga 15 tahun penjara untuk setiap pelanggaran jika terbukti bersalah mencemarkan nama baik, menghina atau mengancam Maharaja Vajiralongkorn dan keluarga terdekatnya.

    Dalam video yang diposting di Facebook, influencer Nara mengatakan klip itu adalah parodi dari opera sabun Thailand yang terkenal dan mengatakan kepada para kritikus bahwa penghinaan kerajaan yang dirasakan “semua dalam imajinasi Anda”.

    Lazada, cabang Asia Tenggara dari Alibaba Group Holding, dalam sebuah pernyataan meminta maaf atas kasus tersebut yang disebabkan oleh video iklan promosi dan dan mengatakan mereka seharusnya lebih berhati-hati, demikian dikutip dari Reuters. Saat ini, video tersebut sudah diturunkan.

    Juru bicara pemerintah Thanakorn Wangboonkongchana mengatakan konten semacam itu berisiko merusak reputasi brand.

    “Mari kita peringatkan pemasar, influencer, dan pembuat konten untuk berhati-hati dalam menyajikan konten atau promosi yang merujuk pada penampilan atau individu dari institusi yang dipuja dan dicintai semua orang Thailand,” kata Thanakorn dalam sebuah pernyataan.

    [Dexpert.co.id]

    (Intan Rakhmayanti Dewi/dem)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.