Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Karyawan Amazon Kena Covid-19 Tak Lagi Dapat Cuti Berbayar
    Insight News

    Karyawan Amazon Kena Covid-19 Tak Lagi Dapat Cuti Berbayar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2022Updated:2 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Rakasa e-Commerce, Amazon, tak lagi membayarkan cuti untuk para pekerja front-line mereka di Amerika Serikat yang positif Covid-19.

    Semua pekerja Amazon yang berbasis di AS yang dites positif Covid-19 sekarang akan mendapatkan cuti dan tidak dibayar hingga lima hari, kata perusahaan itu kepada para pekerja dalam pemberitahuan.

    Seorang juru bicara mengatakan kepada CNBC Internasional bahwa pekerja masih dapat menggunakan waktu sakit mereka jika diperlukan.

    Dalam pemberitahuan tersebut, Amazon menambahkan bahwa pekerja yang menunggu hasil tes Covid tidak lagi memiliki cuti karena rapid test sekarang tersedia secara luas.

    Raksasa e-commerce perlahan-lahan menarik kembali kebijakan Covid-nya karena vaksin menjadi lebih banyak tersedia dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengubah panduannya.

    Perusahaan awalnya menawarkan cuti berbayar hingga dua minggu untuk setiap karyawan yang didiagnosis dengan Covid-19 atau yang sedang karantina.

    Pada bulan Januari, perusahaan mengurangi waktu cuti berbayar menjadi satu minggu, atau hingga 40 jam.

    Amazon juga akan berhenti mengirimkan pemberitahuan kasus positif di seluruh situs di fasilitasnya, kecuali diwajibkan oleh hukum. Perusahaan juga akan menghentikan upaya vaksinasi, katanya.

    “Pelonggaran pandemi yang berkelanjutan, ketersediaan vaksin dan perawatan COVID-19 yang berkelanjutan, dan panduan terbaru dari otoritas kesehatan masyarakat, semua sinyal bahwa kami dapat terus menyesuaikan diri dengan aman dengan kebijakan pra-COVID kami,” kata perusahaan itu dalam pemberitahuan.

    Keputusan itu kemungkinan akan memicu reaksi keras dari pekerja pro-serikat yang memperdebatkan kondisi kerja yang lebih baik dan peningkatan manfaat di gudangnya.

    Langkah itu dilakukan sehari setelah gudang Amazon di Staten Island, New York, menutup serikat pekerjanya. Dewan Hubungan Perburuhan Nasional akan mulai menghitung surat suara pada 2 Mei.

    [Dexpert.co.id]

    (hps/hps)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.