Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jreng! Google-Facebook Cs Wajib Ungkap Algoritmanya di Eropa
    Insight News

    Jreng! Google-Facebook Cs Wajib Ungkap Algoritmanya di Eropa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Mei 2022Updated:1 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan teknologi seperti Google, Facebook hingga Netflix harus mengikuti aturan baru dari Uni Eropa (UE) terkait Digital Services Act (DSA). Lewat aturan baru ini, perusahaan teknologi harus membongkar rahasianya, yaitu cara kerja algoritma mereka kepada pengguna dan peneliti.

    Mereka pun harus menerapkan aturan yang lebih ketat terhadap penyebaran hoax. Jika perusahaan-perusahaan ini menolak mematuhi aturan tersebut, mereka akan terkena denda yang jumlahnya besar, yaitu mencapai 6% dari omset tahunan.

    “DSA akan meningkatkan aturan dasar untuk semua layanan online di Uni Eropa. Aturan ini memberikan dampak praktis terhadap sesuatu yang ilegal secara offline, maka harus ilegal juga secara online,” ujar Presiden UE Ursula von der Leyen, dikutip The Verge, Minggu (1/5/2022).

    Meski aturan ini hanya berlaku pada warga UE, dampak dari aturan ini juga akan terasa di belahan dunia lain. Perusahaan teknologi global mungkin akan memutuskan untuk menerapkan aturan yang sama untuk mengirit biaya.

    Aturan lengkapnya memang belum diungkap ke publik, namun salah satu poin yang akan diatur adalah platform besar seperti Faceboko harus menjelaskan cara kerja algoritmanya ke publik. Misalnya, bagaimana mereka mengurutkan konten yang ditampilkan dalam News Feed.

    Seperti Netflix misalnya. Ini akan terkait bagaimana mereka mengatur tayangan tertentu terhadap penggunanya.

    Pengguna pun berhak mendapat sistem rekomendasi yang tak berbasis pada profiling, atau berdasar pada catatan pencarian mereka sebelumnya. Lalu platform tersebut juga harus menyediakan data penting ke para peneliti untuk memberikan informasi lebih banyak terkait evolusi risiko di dunia maya.

    [Dexpert.co.id]

    (sef/sef)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.