Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kena Sanksi Trump & Biden, Begini Nasib Huawei Sekarang
    Insight News

    Kena Sanksi Trump & Biden, Begini Nasib Huawei Sekarang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 April 2022Updated:28 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pendapatan Huawei pada kuartal pertama tahun ini menurun 14% dibandingkan tahun lalu. Bahkan margin keuntungannya turun lebih dari setengahnya.

    Pendapatan Huawei 131 miliar yuan atau sekitar Rp 287,5 triliun untuk Q1 2022. Jumlah itu turun 13,9% dari periode yang sama tahun lalu.

    Penurunan pendapatan itu juga terjadi dari kuartal keempat tahun 2021, yakni mencapai lebih dari 27%. Sementara margin laba kuartal pertama 4,3% dan merosot 11,1% dari tahun sebelumnya.

    Nampaknya tren penurunan ini akan terus berlangsung sepanjang tahun. Sebab rotating Chairman Huawei, Ken Hu mengatakan pada 2022 perusahaan masih akan menghadapi tantangan.

    “Bisnis konsumen kami terpengaruh dan bisnis infrastruktur (teknologi informasi dan komunikasi) kami mengalami pertumbuhan yang stabil,” jelas Ken Hu dikutip CNBC Internasional, Kamis (28/4/2022).

    “Pada tahun 2022 kita masih menghadapi lingkungan bisnis yang menantang dan rumit”.

    Dia juga menambahkan hasil ini sejalan dengan harapan perusahaan. Huawei juga dilaporkan telah meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan.

    Dari bisnis smartphone, nasib buruk juga menimpa Huawei. Laporan Counterpoint menyebutkan, pangsa pasar perusahaan berada di peringkat keenam dengan penjualan anjlok 64,2% dari tahun sebelumnya di China.

    Pada kuartal sebelumnya, perusahaan juga mengalami penurunan sebanyak 12%. Penjualan smartphone dari berbagai brand di negara itu juga menurun 14% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

    Huawei juga menekan untuk perekrutan bakat dan mengembangkan lini bisnis lain sebagai cara memperkecil dampak penurunan penjualan smartphone.

    Huawei juga mengatakan tidak akan membuat mobil sendiri. Namun raksasa teknologi China telah masuk ke pasar mobil lisrik dengan memasukkan sistem operasi HarmonyOS dan teknologi lain ke dalam mobil yang diproduksi merek dari China.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.