Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Vaksin Booster Untuk Sinopharm, Agar Tak Salah Suntik!
    Insight News

    Ini Vaksin Booster Untuk Sinopharm, Agar Tak Salah Suntik!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 April 2022Updated:19 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Mempercepat program vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengizinkan dilakukannya program vaksinasi mandiri atau Vaksinasi Gotong Royong.

    Program vaksinasi Gotong Royong diprakarsai oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dengan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada karyawan dan keluarganya perusahaan swasta. Program ini mulai dijalankan pada Juli tahun lalu.

    Dalam menjalankan vaksinasi Gotong Royong, vaksin yang digunakan tidak boleh sama dengan vaksin yang digunakan pemerintah. Yakni vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Untuk vaksinasi Gotong Royong digunakan vaksin Sinopharm dan kemudian menyusul vaksin Cansino, seperti dikutip dari laman BioFarma, Senin (18/4/2022).

    Bagi mereka yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin Sinopharm wajib untuk mendapatkan vaksin booster. Syaratnya kurang lebih sama dengan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

    Vaksin booster diberikan kepada mereka yang berusia 18 tahun ke atas dan telah mendapatkan dua dosis vaksin atau divaksin penuh. Jarak suntikan kedua dengan booster adalah 6 bulan. Namun bagi lanjut usia, jaraknya diperpendek menjadi 3 bulan.

    Bagi pengguna vaksin SInopharm vaksin boosternya menggunakan skema homolog. Artinya pengguna vaksin Sinopharm akan mendapatkan booster berupa vaksin Sinopharm dosis penuh atau 0,5 ml, seperti dikutip dari laman Kemenkes.

    Berikut kombinasi vaksin booster yang ditetapkan oleh Kemenkes berdasarkan pertimbangan para peneliti dalam dan luar negeri serta sudah dikonfirmasi oleh Badan POM dan ITAGI, meliputi:

    • Untuk sasaran dengan vaksin primer Sinovac akan diberikan separuh dosis Astra Zeneca (0,25 ml), separuh dosis Pfizer (0,15 ml), atau dosis penuh Moderna (0,5 ml)
    • Untuk sasaran dengan vaksin primer Astra Zeneca akan diberikan dosis penuh Astra Zeneca (0,5 ml), separuh dosis Pfizer (0,15 ml), atau separuh dosis Moderna (0,25 ml)
    • Untuk sasaran dengan vaksin primer Pfizer akan diberikan dosis penuh Pfizer (0,3 ml), separuh dosis Moderna (0,25 ml), atau dosis penuh Astra Zeneca (0,5 ml)
    • Untuk sasaran dengan vaksin primer Moderna akan diberikan separuh dosis Moderna (0,25 ml)
    • Untuk sasaran dengan vaksin primer Janssen (J&J) akan diberikan separuh dosis Moderna (0,25 ml)
    • Untuk sasaran dengan vaksin primer Sinopharm akan diberikan dosis penuh Sinopharm (0,5 ml).

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.