Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai Matahari Makin Sering, Apa Dampaknya ke Bumi?
    Insight News

    Badai Matahari Makin Sering, Apa Dampaknya ke Bumi?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 April 2022Updated:16 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak beberapa waktu lalu, badai Matahari sering terjadi. Namun apa sebenarnya dampak fenomena itu ke Bumi?

    Salah satunya adalah bisa menyebabkan berbagai fenomena cuaca antariksa yang berdampak pada kemunculan aurora hingga kerusakan satelit. Hal ini terjadi saat badai geomagnetik menghantam Bumi pada awal November lalu.

    Badai geomagnetik bisa mengganggu infrastruktur paling penting. Dari jaringan listrik, satelit navigasi, hingga komunikasi radio pesawat di daerah terpencil.

    Untuk menginformasikan kejadian ini, Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa (SWPC) dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) di Amerika Serikat, memberikan peringatan pada operator infrastruktur apabila terjadi masalah.

    Salah satu contohnya saat badai terjadi bulan November lalu. Tim itu akan memberitahu seluruh operator jaringan listrik di Amerika Serikat (AS) dan Kanada, meskipun risiko apapun menjadi salah itu rendah.

    “Mereka ingin tahu bahwa itu terjadi jadi mereka tahu untuk bersiap,” kata koordinator program , Bill Murtagh kepada Space, dikutip Jumat (15/4/2022).

    Sementara itu, badai geomagnetik dengan skala ringan dan sedang juga terjadi pada bulan Maret lalu. Saat itu dapat memengaruhi beberapa sinyal radio frekuensi tinggi di lintang tinggi dan perlu tindakan korektif untuk satelit karena pergeseran lokasi.

    Saat itu juga diprediksi adanya fluktuasi jaringan listrik dan ada gangguan pada aktivitas hewan yang bermigrasi. Ada peningkatan fenomena aurora borealis dan australis.

    “Ada kemungkinan peningkatan pada aurora oval pada waktu-waktu selama 13 dan 14 Maret sebagai akibat dari dua Coronal Mass Ejections (CME) dan aliran kecepatan tinggi lubang koronal yang tiba di Bumi,” kata British Met Office.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/dem)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.