Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»90% Anak di Jakarta Kena ISPA karena Polusi
    Inspiring You

    90% Anak di Jakarta Kena ISPA karena Polusi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 September 2023Updated:21 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dokter spesialis anak mengungkapkan bahwa jumlah pasien anak yang mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat polusi di DKI Jakarta meningkat hampir 100 persen sejak Juni 2023 lalu.

    Dokter Spesialis Anak, dr. Handoko Lowis, menyebutkan bahwa jumlah pasien anak yang mengeluhkan gejala ISPA di RSIA Family dan RSIA Grand Family Jakarta meningkat hingga 90 persen sejak tiga bulan lalu.

    Menurut dr. Handoko, sebagian besar pasien anak yang diperiksa RSIA Family dan RSIA Grand Family Jakarta mengeluhkan gejala batuk, pilek, dan sesak napas. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa harus dirawat inap karena mengalami gejala serius.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Pemandangan gedung perkotaan yang diselimuti kabut polusi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

    “Jumlah pasien yang datang dengan ISPA atau batuk, pilek, sesak, dan bahkan harus dirawat itu meningkat sekitar 90 persen. Di polisakit, 90 persen [pasien anak mengalami] batuk, pilek, demam, bahkan ada yang sampai dirawat karena anak lemas akibat sesak napas,” beber dr. Handoko di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

    dr. Handoko mengatakan, sejumlah kasus sesak napas pada anak cukup parah sehingga rumah sakit harus memberikan bantuan oksigen. Menurutnya, kasus ISPA ini salah satunya meningkat akibat kualitas udara di Jakarta yang semakin memburuk.

    “Polutan yang tidak baik itu akan mengganggu saluran napas sampai paru-paru [dan] jaringan paru-paru. Akibatnya, pertahanan tubuh juga terganggu oleh proses inflamasi yang terjadi di dalam [tubuh],” jelas dr. Handoko.

    “Penelitian menunjukkan bahwa apabila kita selama tiga hari berturut-turut terpapar polusi dalam kadar yang tinggi, itu akan meningkatkan risiko pneumonia atau infeksi di jaringan paru,” imbuhnya.

    Berkaitan dengan hal tersebut, dr. Handoko mengimbau para orang tua untuk kembali menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan disiplin melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap anak, terutama di rumah.

    “Jangan lupa melakukan protokol kesehatan yang selama ini dijalani selama pandemi, itu baiknya dilakukan termasuk perilaku hidup bersih dan sehat,” imbau dr. Handoko.

    “Pakai masker, rajin cuci tangan, bahkan menghindari kerumunan. Itu (menghindari kerumunan) tetap harus dilakukan supaya bisa terhindar dari kemungkinan terjadinya pajanan yang berlebihan,” imbuhnya.

    Selain itu, dr. Handoko juga mengimbau orang tua untuk rutin memeriksa nilai kualitas udara di lingkungan sekitar melalui aplikasi sebelum melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk membuka jendela dan mengajak anak bermain di luar ruangan.


    Artikel Selanjutnya


    Catat Bunda, Ini 5 Sifat Anak Tanda Sukses di Masa Depan

    (hsy/hsy)


    Mind your business Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.