Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»9 Gejala Mpox pada Anak yang Wajib Diketahui, Bisa Mirip Flu
    Inspiring You

    9 Gejala Mpox pada Anak yang Wajib Diketahui, Bisa Mirip Flu

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman28 Agustus 2024Updated:28 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    JakartaDexpert.co.id – Kasus penyakit cacar monyet alias Mpox menjadi salah satu perhatian dunia akibat munculnya strain atau varian baru yang menyebabkan lonjakan kasus di berbagai negara. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk mengenal gejala-gejala Mpox pada anak karena penyakit zoonosis ini mampu menjangkit manusia.

    Sepanjang Agustus 2024, tiga negara di luar Afrika, yakni Swedia, Filipina, dan Thailand baru saja melaporkan penambahan kasus Mpox pada manusia. Swedia dan Thailand menjadi dua negara pertama di luar Afrika yang melaporkan kasus Mpox varian baru, yakni Clade 1.

    Sebagai informasi, Clade 1 adalah varian terbaru Mpox yang menimbulkan kekhawatiran global karena penyebarannya yang cepat dan minimnya informasi mengenai jenis ini. Penyakit ini menyebar melalui kontak dekat, termasuk kontak seksual. Penyebaran Mpox ini utamanya telah menyebar ke berbagai penjuru dunia selain Republik Demokratik Kongo, seperti Swedia, Thailand, Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda.

    Melansir dari Times of India, gejala Mpox biasanya muncul berupa ruam, gejala mirip flu, hingga demam. Namun pada beberapa kasus, pasien hanya mengalami ruam atau demam dan flu tanpa ruam.

    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anak-anak dan orang dengan imunitas lemah berisiko lebih besar mengalami gejala parah Mpox. Biasanya, penularan Mpox pada anak bisa terjadi akibat kontak kulit-ke-kulit saat berpelukan, mengasuh, atau berbagi tempat tidur.

    Selain itu, virus Mpox juga dapat menyebar melalui plasenta di dalam lahir atau kontak selama proses melahirkan, kontak dengan cairan tubuh atau droplet pengidap, hingga benda yang terkontaminasi.

    Lantas, apa saja gejala Mpox pada anak?

    1. Gejala seperti flu

    Demam, nyeri otot, dan sakit tenggorokan adalah gejala awal Mpox yang umumnya muncul saat awal terjangkit. Anak-anak disebut dapat tertular Mpox dari berbagai pakaian atau handuk, menyentuh luka, atau kontak kulit-ke-kulit yang lama, seperti berpelukan.

    Selain demam, nyeri otot, dan sakit tenggorokan, gejala mirip flu lainnya yang bisa muncul akibat Mpox adalah menggigil dan berkeringat disertai demam.

    2. Ruam

    Anak-anak atau remaja umumnya mengalami ruam yang muncul pertama kali di wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini berkembang dari lesi makulopapular menjadi vesikel, pustula, dan akhirnya menjadi koreng.

    Menurut laporan Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR), penyebaran ruam pada anak-anak sebagian besar terjadi di badan dan wajah.

    Selain itu, umumnya tidak ada anak-anak berusia kurang dari 12 tahun yang mengalami ruam pada organ genital atau lesi anogenital. Sebaliknya, lesi anogenital sebagian besar dialami remaja.

    3. Kelelahan dan sakit kepala

    Orang yang terinfeksi mpox sering melaporkan gejala berupa kelelahan dan sakit kepala.

    4. Sulit menelan

    Hal ini dapat terjadi saat lesi orofaring muncul. Lesi dapat muncul di bibir, lidah, langit-langit keras atau lunak, uvula, atau dasar mulut.

    5. Pembengkakan kelopak mata

    Lesi intraokular, pembengkakan kelopak mata, atau pengerasan kelopak mata dapat terjadi jika muncul lesi di dekat atau di dalam mata pasien. Hal ini dapat terjadi jika pasien menyentuh area tersebut dengan tangan setelah menyentuh lesi.

    6. Sakit punggung

    Anak-anak yang terjangkit Mpox juga dilaporkan mengalami sakit punggung. Biasanya, gejala ini muncul dalam waktu 5-21 hari setelah terpapar.

    7. Kelelahan

    Energi rendah atau kelelahan adalah gejala umum Mpox.

    8. Nyeri sendi

    Beberapa anak mungkin juga mengalami nyeri sendi setelah terinfeksi Mpox.

    9. Pembengkakan kelenjar

    Salah satu gejala umum Mpox adalah kelenjar getah bening yang bengkak alias limfadenopati. Dilaporkan, gejala ini merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh mulai bekerja untuk melawan infeksi, virus, atau bakteri.

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dukung Industri Kosmetik Lokal, BPOM Siap Lakukan Ini





    Next Article



    Ditemukan Cacar Monyet Jenis Baru, Ahli Warning Potensi Pandemi



    Selalu Semangat Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.