Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»8 Rahasia Banyak Keturunan Tionghoa Sukses Jadi Pengusaha
    Inspiring You

    8 Rahasia Banyak Keturunan Tionghoa Sukses Jadi Pengusaha

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 April 2023Updated:11 April 2023Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bukan rahasia lagi kalau banyak masyarakat etnis Tionghoa yang pandai dalam mengelola hal ekonomi. Kebanyakan dari mereka memilih untuk berkecimpung di dunia bisnis ketimbang bekerja dengan orang lain.

    Bisnis yang dijalankan oleh orang Tionghoa pun banyak yang sukses. Bahkan, sebagian dari mereka berhasil mencatatkan namanya dalam daftar golongan orang terkaya di Indonesia dan di dunia. 

    Lantas, apa rahasia yang membuat banyak keturunan Tionghoa berhasil menjadi pengusaha sukses?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    John Kao, salah satu peneliti untuk Harvard Business Review, telah melakukan wawancara dengan lebih dari 150 pengusaha keturunan Tionghoa dari dalam maupun luar China. Hasilnya, dia menemukan bahwa tradisi Konfusianisme memiliki pengaruh yang kuat dalam bisnis yang mereka jalani.

    Secara umum, Konfusianisme dipahami sebagai paham yang berlaku di zona kebudayaan yang terdiri dari China, Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Vietnam. Paham Konfusianisme menitikberatkan pada keharmonisan antara satu individu dengan individu yang lainnya untuk hidup saling mengasihi.

    Berdasarkan hasil penelitian Kao, sebanyak 90 persen dari 150 pengusaha yang diwawancarai merupakan generasi pertama dari para imigran yang kabur dari China saat kondisi perang. Lalu, 40 persen di antaranya pernah mengalami dampak dari bencana politik, seperti revolusi kebudayaan. Sementara itu, 32 persen lainnya mengaku bahwa mereka pernah kehilangan rumah di masa lalu. Terakhir, 28 persen pengusaha mengaku pernah mengalami kehilangan kekayaan akibat bencana ekonomi di China.

    Pada masa China kuno, para petani berusaha keras untuk bisa bertahan hidup dari berbagai ancaman, seperti badai, kekeringan, hingga hama. Selain itu, bagi para imigran Tiongkok, bisnis menjadi salah satu kunci utama agar mereka bisa bertahan hidup, terutama saat terjadinya krisis dan perpecahan. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu cikal bakal banyaknya keturunan Tionghoa yang menjadi pengusaha.

    Mentalitas bertahan di tengah ‘badai’ kehidupan sekaligus penyintas sejarah kelam China membentuk karakter para warga keturunan Tionghoa hingga saat ini. Karena itu, tak heran kalau pengusaha keturunan Tionghoa terkenal ulet dan pekerja keras.

    Sejarah gejolak politik dan sosial China menghadirkan nilai serta prinsip bagi para keturunan Tionghoa, yaitu sebagai berikut.

    1. Lakukan penghematan untuk dapat terus bertahan hidup
    2. Miliki tabungan sebanyak-banyaknya
    3. Selalu bekerja keras untuk menghindari kemungkinan terburuk yang tidak dapat diprediksi
    4. Satu-satunya orang yang dapat dipercaya adalah keluarga
    5. Selalu utamakan pendapat dari kerabat yang tidak kompeten dalam bisnis keluarga daripada penilaian orang asing yang kompeten
    6. Selalu patuh terhadap sistem yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin dalam bisnis demi menjaga keselarasan dan arah perusahaan
    7. Investasi harus berdasarkan kekerabatan atau afiliasi keluarga, bukan prinsip abstrak
    8. Utamakan untuk memiliki barang berwujud, seperti bangunan, sumber daya alam, dan emas batangan daripada barang tidak berwujud, seperti sekuritas tidak berwujud atau kekayaan intelektual

    Bila mengacu pada nilai-nilai prinsip tersebut maka tak heran bila masyarakat keturunan Tionghoa, terutama mereka yang menjadi generasi pertama, sebagian besar mendirikan bisnis-bisnis yang menghasilkan barang berwujud, seperti perusahaan real estate, perkapalan, hingga ekspor-impor. Industri semacam itu umumnya memerlukan rentang kendali yang terbatas dan dapat dikelola secara efektif oleh sekelompok kecil orang dalam yang anggotanya bisa diambil dari anggota keluarga sendiri.

    Sebagian pengusaha keturunan Tionghoa cenderung mengelola perusahaannya seperti kaisar China mengelola kerajaannya. Maka dari itu, tak heran bila aset bisnis biasanya hanya diwariskan kepada anggota keluarga. Bahkan di Asia, para jajaran eksekutif dalam suatu bisnis profesional tidak pernah ragu menerima anggota keluarga sebagai pemimpin perusahaan mereka.

    Berdasarkan penelitian Kao, sebagian besar pengusaha keturunan Tionghoa berpegang teguh pada salah satu pepatah Tiongkok kuno, “Lebih baik menjadi kepala ayam daripada menjadi ekor sapi besar.”

    Di era saat ini, pepatah itu kurang lebih berarti bahwa mereka lebih memilih menjadi bos di bisnis milik sendiri meskipun skalanya kecil, daripada menjadi bawahan di sebuah perusahaan besar.



    Artikel Selanjutnya


    Mau Kaya Seperti Keturunan Tionghoa? Lakukan 5 Hal Ini!

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Inspirasi Kamu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.