Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»7 Tanda Babysitter Bermasalah, Ayah-Bunda Wajib Hati-Hati Nih
    Inspiring You

    7 Tanda Babysitter Bermasalah, Ayah-Bunda Wajib Hati-Hati Nih

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman10 Maret 2023Updated:10 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebagian orang tua yang berkarier menggunakan jasa babysitter agar dapat membantu pengasuhan anaknya. Babysitter adalah seseorang yang memberikan jasa berupa menjaga dan mengasuh anak sesuai dengan kebutuhan, seperti memandikan, membersihkan popok, menemani anak bermain, menyiapkan makanan, hingga menidurkan anak.

    Namun, tidak dapat dipungkiri, memercayakan anak kepada babysitter memang gampang-gampang susah. Sebab, tidak hanya kemampuan, kedekatan emosional dengan anak juga perlu dimiliki oleh seorang babysitter.

    Maka dari itu, ayah dan bunda harus cermat memerhatikan beberapa ‘red flags’ babysitter untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan anak. Berikut rangkumannya, dilansir dari The List.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Terlalu muda

    Penting bagi orang tua untuk merekrut babysitter yang dapat dipercaya untuk mengatasi berbagai situasi tak terduga. Ahli parenting, Kimberly King mengatakan bahwa seseorang yang cukup umur lebih punya kemampuan untuk memecahkan masalah dan bertanggung jawab.

    “Jika babysitter Anda berusia di bawah 16 tahun, maka pikirkan lagi [untuk merekrutnya],” ujar King, dikutip Kamis (9/3/2023). Selain itu, King juga menyoroti kemampuan anak muda yang dinilai masih kurang diandalkan dalam mengawasi anak-anak.

    2. Tak punya pengalaman

    Pilihlah babysitter yang berpengalaman. Melalui pengalaman, seorang pengasuh dapat lebih diandalkan dan percaya diri akan apa yang dilakukannya. King mengatakan, babysitter yang berpengalaman lebih dapat diandalkan, mandiri, dan percaya diri dengan anak-anak.

    “Carilah babysitter yang memiliki pengalaman profesional dan referensi non-keluarga. Selain itu, usahakan pilih babysitter yang memiliki kemampuan pertolongan pertama, pelatihan CPR pada anak, dan memiliki referensi positif,” sebut King.

    “Cobalah realistis tentang prioritas pengasuhan yang dibutuhkan,” ujar ahli pengasuh anak Jada Rashawn.

    3. Tampak gugup di sekitar anak

    Sedikit gugup saat baru bertemu orang mungkin jadi hal yang biasa. Namun, alih-alih gugup, seorang babysitter idealnya harus bisa langsung bersikap ramah dan bersahabat dengan anak.

    Jangan abaikan sikap gugup pada babysitter. Rashawn menyarankan orang tua untuk mencari tahu dari mana rasa takut itu berakar.

    Ia menyebutkan, tak masalah jika pengasuh terlihat berhati-hati dalam beradaptasi dengan anak. Namun, penting bagi orang tua untuk mengenali perbedaan antara berhati-hati atau melangkah pelan-pelan hingga rasa kurang percaya diri atau ragu dalam melakukan pekerjaan tersebut.

    4. Tidak responsif

    Perhatikan baik-baik bagaimana calon babysitter berkomunikasi. Orang tua wajib memastikan bahwa mereka merekrut seorang babysitter yang responsif dalam hal komunikasi, seperti menanggapi pesan atau telpon dengan cepat.

    “Jika babysitter Anda sulit dihubungi atau tak suka menelpon balik, itu adalah tanda bahaya,” ujar King. 

    “Komunikasi adalah kunci keberhasilan hubungan antara orang tua dan pengasuh,” tambahnya.

    5. Sering datang terlambat

    Rashawn mengatakan, tepat waktu adalah salah satu hal penting yang perlu dimiliki oleh seorang babysitter. Sering datang terlambat jadi menunjukkan lambatnya seorang babysitter dalam hal pengasuhan dan kurangnya rasa hormat.

    6. Mengeluh soal keluarga lain

    Wajar bagi seorang babysitter untuk memiliki keluhan terhadap majikan-majikan sebelumnya. Namun, jika babysitter terlihat memiliki masalah dengan semua keluarga lama tempatnya bekerja, bisa jadi justru mereka lah yang bermasalah.

    “Tergantung pada keluhannya, ini bisa jadi masalah,” ujar King.

    7. Sering main HP

    Kecanduan HP berlaku bagi siapa pun, termasuk seorang pengasuh anak. Tanda bahaya muncul saat babysitter yang direkrut tak pernah lepas dari ponselnya.

    Selain mengganggu fokusnya saat mengasuh anak, King menilai kebiasaan dengan HP ini berisiko membuat para babysitter kerap berfoto dengan anak dan menyebarkannya tanpa izin.

    “Seorang babysitter tak boleh mengambil foto anak-anak atau mengunggah apapun secara daring,” ujarnya.


    Artikel Selanjutnya


    Remaja Juga Bisa Kena Sakit Ginjal, Kenali Gejalanya

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.